PERSAINGAN
PASAR ANTARA PRODUK BERKUALITAS DAN PRODUK MURAH DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN
MASYARAKAT
Karya
Tulis
Diajukan
untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia
pada
Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan
Tahun
Akademik 2011/2012

Disusun
oleh
Chika
Damara
NPM
021111056
PROGRAM
STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
PAKUAN
BOGOR
2012
PENGESAHAN
KARYA TULIS
Nama
Penyusun : Chika Damara
Nomor
Pokok Mahasiswa : 021111056
Fakultas/Jurusan
: Ekonomi/Manajemen
Judul
Karya Tulis : Persaingan Pasar Antara Produk Berkualitas
dan Produk Murah Dalam Pemenuhuan
Kebutuhan Masyarakat
Dosen
Pembimbing : Drs. Dadan Suwarna
Bogor, Juni 2012
Dosen
Pembimbing
Drs. Dadan Suwarna
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis
panjatkan kepada Tuhan YME, karena atas berkat dan rahmat-Nya sehingga
penyusunan karya tulis yang berjudul “Persaingan Pasar Antara Produk
Berkualitas dan Produk Murah Dalam Pemenuhan Kebutuhan Masyarakat” pada
akhirnya dapat terselesaikan.
Karya tulis ini dibuat sebagai tugas
akhir mata kuliah Bahasa Indonesia pada semester II jurusan Manajemen Fakultas
Ekonomi Universitas Pakuan Bogor. Karya tulis ini merupakan hasil gabungan dan
dirangkum dari beberapa buku, media internet, dan juga hasil dari penelitian
yang dituangkan dalam empat bab yaitu; Pendahuluan, Tinjauan Pustaka,
Pembahasan, dan Penutup yang berisi Kesimpulan.
Semoga karya tulis ini dapat diterima
dan bermanfaat khususnya bagi pembuatan karya tulis sejenis. Kritik dan saran
yang membangun sangat dibutuhkan untuk penulisan karya tulis selanjutnya.
Bogor,
Juni 2012
Chika Damara
021111056
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.............................................................................. 1
PENGESAHAN KARYA TULIS......................................................... 2
KATA PENGANTAR............................................................................ 3
DAFTAR ISI ........................................................................................... 4
BAB I PENDAHULUAN....................................................................... 6
1.1
Latar Belakang........................................................................ 6
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................
7
1.3 Tujuan dan
Manfaat............................................................... 7
1.3.1
Tujuan Pembuatan Karya Tulis.................................... 7
1.3.2
Manfaat pembuatan Karya Tulis.................................. 8
1.4
Sistematika
Penulisan............................................................. 8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.......................................................... 9
2.1
Landasan
Teori....................................................................... 9
2.1.1
Konsumen dan Tingkah Laku Konsumen.................... 9
2.1.2
Keputusan Pembelian................................................... 10
2.1.3
Kualitas Produk............................................................ 11
2.1.4
Harga............................................................................
12
2.1.5
Pasar..............................................................................
14
2.1.6
Iklan...............................................................................
16
BAB III PEMBAHASAN....................................................................... 19
3.1
Bentuk Persaingan Produsen dan Pilihan Masyarakat .... 19
3.2 Upaya Mengatasi Persaingan Pasar ............................... 21
BAB IV PENUTUP................................................................................
27
4.1
Simpulan..................................................................................
27
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................
29
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Di Indonesia, terdapat
berbagai macam produk yang ditawarkan produsen untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat. Produsen berusaha membuat inovasi untuk produknya dalam menjawab
tantangan pasar yang semakin sengit. Pada umumnya, masyarakat dalam memilih
suatu produk didasarkan oleh dua hal, yaitu kualitas dan harga. Dua faktor
inilah yang dapat menarik perhatian masyarakat selain dari penampilan produk itu sendiri.
Masyarakat
sangat tertarik pada produk-produk yang berkualitas dengan harga yang murah.
Tetapi, dalam kacamata seorang produsen sangatlah sulit untuk menciptakan suatu
produk dengan harga yang murah tetapi berkualitas. Keadaan seperti ini
merupakan sebuah tantangan yang harus dilalui oleh seorang produsen. Tantangan
tersebut ialah dimana produsen suatu produk harus berinovasi terhadap produknya,
berfikir kreatif, mampu melihat peluang pasar, dan dapat mengetahui apa yang
diinginkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Ketika seorang
produsen mampu melewati tantangan tersebut, maka produk yang ia produksi akan
laku di pasaran dan meraih keuntungan.
Namun pada saat
ini yang menjadi problematika dunia produksi adalah dimana produsen sebuah
produk pemuas kebutuhan sangatlah banyak dan produknya pun bervariatif sehingga sangat sulit untuk
bersaing di dalam pasar , sehingga produsen harus benar-benar mengerti dan
memahami produk seperti apa yang diinginkan oleh masyarakat sebagai konsumen.
1.2
Rumusan
Masalah
Masyarakat pada
saat ini menyukai produk-produk pemuas kebutuhan yang berharga murah tetapi berkualitas.
Namun seperti yang kita ketahui untuk menciptakan suatu produk dengan harga
jual yang rendah dari bahan baku yang berkualitas tentu tidaklah mudah,
mengingat saat ini harga-harga bahan baku sangat tinggi. Keadaan ini membuat persaingan antara
produsen-produsen semakin sengit.
Dari keadaan
diatas, menimbulkan beberapa pertanyaan yaitu:
a.
Apakah bentuk persaingan antara produsen
satu dengan produsen lain?
b.
Apakah pilihan masyarakat ketika mereka
tidak menemukan produk berkualitas dengan harga murah untuk memenuhi kebutuhan?
c.
Apakah yang harus dilakukan seorang
produsen dalam mengatasi masalah persaingan pasar?
1.3
Tujuan
dan Manfaat
1.3.1
Tujuan
Pembuatan Karya Tulis
Karya tulis yang berjudul “Persaingan Pasar Antara Produk Berkualitas
dan Produk Murah Dalam Pemenuhuan Kebutuhan Masyarakat” dibuat dengan
tujuan untuk :
a.
Mengetahui bentuk persaingan antara
produsen satu dengan produsen lain.
b.
Mengetahui pilihan masyarakan ketika
mereka dihadapkan pada situasi dimana mereka harus memilih antara produk
berkualitas dan produk murah untuk memenuhi kebutuhan mereka.
c.
Mengetahui hal apa saja yang dilakukan
seorang produsen dalam mengatasi persaingan pasar.
1.3.2
Manfaat
Pembuatan Karya Tulis
Hasil dari karya tulis
ini diharapkan akan mempunyai manfaat, yaitu :
a.
Memberikan pemahaman mengenai ruang
lingkup marketing.
b.
Memberikan pemahaman mengenai strategi
dan pemasaran produk dalam menghadapi persaingan pasar.
1.4
Sistematika
Penulisan
Untuk mendapatkan gambaran secara
menyeluruh mengenai penulisan karya tulis ini, maka penulisan disusun sebagai
berikut:
·
BAB I PENDAHULUAN akan diuraikan tentang
latar belakang masalah yang menjadi dasar pemikiran untuk menyusun karya tulis
ini yang selanjutnya disusun rumusan masalah dan diuraikan tentang tujuan dan
manfaat karya tulis ini, kemudian diakhiri dengan sistematika penulisan.
·
BAB II TINJAUAN PUSTAKA akan diuraikan
mengenai landasan teori yang menjadi dasar pemikiran dari karya tulis ini.
·
BAB III PEMBAHASAN akan membahas secara
menyeluruh mengenai bahan yang akan penulis bahas. Yang akan dibahas adalah
mengenai apa yang telah ditentukan dalam rumusan masalah.
·
BAB IV PENUTUP akan berisi simpulan hasil
karya tulis.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.1.1
Konsumen dan Tingkah Laku Konsumen
Konsumen adalah setiap orang
pemakai barang atau jasa
yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga,
orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.[1]
Sedangkan Perilaku konsumen
adalah proses dan aktivitas
ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan,
pembelian,
penggunaan,
serta pengevaluasian produk
dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.[2]
Menurut Basu Swastha dan T. Hani Handoko
( 1997 ) perilaku konsumen adalah kegiatan individu yang secara langsung
terlibat dalam mendapatkan dan mempengaruhi barang dan jasa, termasuk di
dalamnya pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan tersebut. Perilaku
konsumen merupakan hal-hal yang mendasari
konsumen untuk membuat keputusan pembelian.
Dengan adanya konsumen yang sangat beragam dalam
usia, pendapatan
dan
selera, maka sebagai pengusaha harus memahami perilaku konsumen yang beragam
agar dapat mengembangkan produk dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
(Kotler, 1994:106). Banyak faktor yang
mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan akhir yaitu membeli suatu
produk, karena pada umumnya manusia sangat rasional dan memanfaatkan secara
sistematis informasi yang tersedia untuk mereka (Engel, 1995). Perilaku
konsumen akan menentukan proses pengambilan keputusan mereka. Proses tersebut
merupakan sebuah pendekatan penyelesaian masalah pada keinginan manusia untuk
membeli suatu barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya.
Teori tingkah laku konsumen dapat
dibedakan dalam dua macam pendekatan: pendekatan nilai guna (utiliti) kardinal
dan pendekatan nilai guna ordinal.[3]
Dalam pendekatan nilai guna kardinal dianggap manfaat atau kenikmatan yang
diperoleh seorang konsumen dapat dinyatakan secara kuantitatif. Berdasarkan
kepada pemisalan ini, dan dengan anggapan bahwa konsumen akan memaksimumkan
kepuasan yang dapat dicapainya, diterangkan bagaimana seseorang akan menentukan
konsumsinya ke atas berbagai jenis barang yang terdapat di pasar. Dalam
pendekatan nilai guna ordinal, manfaat atau kenikmatan yang diperoleh
masyarakat dari mengkonsumsikan barang-barang tidak dikuantifikasi. Tingkah
laku seorang konsumen untuk memilih barang-barang yang akan memaksimumkan
kepuasannya ditunjukan dengan bantuan kurva kepuasan sama, yaitu kurva yang
menggambarkan gabungan barang yang akan memberikan nilai guna (kepuasan) yang
sama.
Teori
nilai guna dapat digunakan untuk menerangkan paradoks nilai, yaitu keadaan di
mana beberapa jenis barang yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari
(seperti air dan udara) harganya sangat rendah, sedangkan barang yang kurang
berguna (seperti berlian) harganya sangat tinggi.
2.1.2 Keputusan Pembelian
Keputusan
pembelian merupakan keputusan konsumen untuk membeli suatu produk setelah sebelumnya
memikirkan tentang layak tidaknya membeli produk itu dengan mempertimbangkan
informasi – informasi yang ia ketahui dengan realitas tentang produk itu
setelah ia menyaksikannya. Hasil dari pemikiran itu dipengaruhi kekuatan
kehendak konsumen untuk membeli sebagai alternative dari istilah keputusan
pembelian yang dikemukakan oleh Zeithalm (1988) dalam (Nugroho Setiadi, 2002).
Keputusan pembelian adalah tindakan dari konsumen
untuk mau membeli atau tidak terhadap produk. Dari berbagai faktor yang mempengaruhi
konsumen dalam melakukan pembelian suatu produk atau jasa, biasanya konsumen
selalu mempertimbangkan kualitas, harga dan produk sudah yang sudah dikenal
oleh masyarakat Sebelum konsumen memutuskan untuk membeli, biasanya konsumen
melalui beberapa tahap terlebih dahulu yaitu, (1) pengenalan masalah, (2)
pencarian informasi. (3) evaluasi alternatif, (4) keputusan membeli atau tidak,
(5) perilaku pascapembelian (Kotler, 2002). Namun dalam pembelian yang lebih
rutin, konsumen sering kali melompati atau membalik beberapa tahap ini.
2.1.3 Kualitas Produk
Menurut Kottler dan Amstrong (2001)
kualitas adalah karakteristik dari produk dalam kemampuan untuk memenuhi
kebutuhan – kebutuhan yang telah ditentukan dan bersifat laten. Sedangkan
menurut Garvin dan A. Dale Timpe (1990) kualitas adalah keunggulan yang
dimiliki oleh produk tersebut. Kualitas dalam pandangan konsumen adalah hal
yang mempunyai ruang lingkup tersendiri yang berbeda dengan kualitas dalam
pandangan produsen saat mengeluarkan suatu produk yang biasa dikenal kualitas
sebenarnya. Kualitas produk dibentuk oleh beberapa indikator antara lain
kemudahan penggunaan, daya tahan, kejelasan fungsi, keragaman ukuran produk,
dan lain – lain. Zeithalm (1988) dalam (Nugroho Setiadi 2002).
Untuk mencapai kualitas produk yang diinginkan maka
diperlukan suatu standarisasi kualitas. Cara ini dimaksudkan untuk menjaga agar
produk yang dihasilkan memenuhi standar yang telah ditetapkan sehingga konsumen
tidak akan kehilangan kepercayaan terhadap produk yang bersangkutan. Pemasar
yang tidak memperhatikan kualitas produk yang ditawarkan akan menanggung tidak
loyalnya konsumen sehingga penjualan produknya pun akan cenderung menurun. Jika
pemasar memperhatikan kualitas, bahkan diperkuat dengan periklanan dan harga yang
wajar maka konsumen tidak akan berpikir panjang untuk melakukan pembelian
terhadap produk.
Kualitas mempunyai arti sangat penting dalam
keputusan pembelian konsumen. Apabila kualitas produk yang dihasilkan baik maka
konsumen cenderung melakukan pembelian ulang sedangkan bila kualitas produk
tidak sesuai dengan yang diharapkan maka konsumen akan mengalihkan pembeliannya
pada produk sejenis lainnya. Sering kali dibenak konsumen sudah terpatri bahwa
produk perusahaan tertentu jauh lebih berkualitas daripada produk pesaing dan
konsumen akan membeli produk yang mereka yakini lebih berkualitas. Meskipun
konsumen mempunyai persepsi yang berbeda terhadap kualitas produk, tetapi
setidaknya konsumen akan memilih produk yang dapat memuaskan kebutuhannya.
Konsumen senantiasa melakukan penilaian terhadap kinerja suatu produk, hal ini
dapat dilihat dari kemampuan produk menciptakan kualitas produk dengan segala
spesifikasinya sehingga dapat menarik minat konsumen untuk melakukan pembelian
terhadap produk tersebut.
2.1.4
Harga
Harga
menurut Kotler dan Amstrong (2001) adalah sejumlah uang yang ditukarkan untuk
sebuah produk atau jasa. Lebih jauh lagi, harga adalah sejumlah nilai yang
konsumen tukarkan untuk jumlah manfaat dengan memiliki atau menggunakan suatu
barang atau jasa. Harga merupakan hal yang diperhatikan konsumen saat melakukan
pembelian. Sebagian konsumen bahkan mengidentifikasikan harga dengan nilai.
Menurut Basu Swasta (2001), harga merupakan sejumlah uang (ditambah beberapa
barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari
barang beserta pelayanannya.
Banyak
hal yang berkaitan dengan harga yang melatarbelakangi mengapa konsumen memilih
suatu produk untuk dimilikinya. Konsumen memilih suatu produk tersebut karena
benar-benar ingin merasakan nilai dan manfaat dari produk tersebut, karena
melihat kesempatan memiliki produk tersebut dengan harga yang lebih murah dari
biasanya sehingga lebih ekonomis, kerena ada kesempatan untuk mendapatkan
hadiah dari pembelian produk tersebut, atau karena ingin dianggap konsumen lain
bahwa tahu banyak tentang produk tersebut dan ingin dianggap loyal.
Harga memiliki dua peranan utama dalam proses
pengambilan keputusan para pembeli, yaitu peranan alokasi dan peranan informasi
(Fandy Tjiptono, 2001). Peranan alokasi dari harga adalah fungsi harga dalam
membantu para pembeli untuk memutuskan cara memperoleh manfaat atau utilitas
tertinggi yang diharapkan berdasarkan kekuatan membelinya. Dengan demikian
adanya harga dapat membantu para pembeli untuk memutuskan cara mengalokasikan
kekuatan membelinya pada berbagai jenis barang dan jasa. Pembeli membandingkan
harga dari berbagai alternatif yang tersedia, kemudian memutuskan alokasi dana
yang dikehendaki. Peranan informasi dari harga adalah fungsi harga dalam
"mendidik" konsumen mengenai faktor produk, misalnya kualitas. Hal
ini terutama bermanfaat dalam situasi di mana pembeli mengalami kesulitan untuk
menilai faktor produk atau manfaatnya secara objektif. Persepsi yang sering
berlaku adalah bahwa harga yang mahal mencerminkan kualitas yang tinggi (Fandy
Tjiptono, 2002).
Penyesuaian khusus terhadap harga dapat dilakukan
dengan penetapan harga berdasarkan nilai yaitu harga menawarkan kombinasi yang
tepat dari mutu dan jasa yang baik dengan harga yang pantas. Penetapan harga
berdasarkan nilai berarti merancang ulang merek yang sudah ada untuk menawarkan
produk yang lebih bermutu dan memiliki nilai merek di mata konsumen pada
tingkat harga tertentu atau produk bermutu sama dengan harga yang lebih murah. Dari
fenomena ini konsumen memperoleh nilai lebih dengan memperoleh produk dengan
harga yang ekonomis disertai dengan manfaat yang besar.
Berdasarkan dari bahasan tersebut di atas dapat
dikatakan bahwa harga yang dipatok secara rasional dan sepadan dengan manfaat
produk diberikan dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap suatu
produk.
2.1.5 Pasar
Dalam
pengertian sederhana, pengertian pasar adalah sebagai tempat bertemunya pembeli
dan penjual untuk melakukan transaksi jual-beli barang dan jasa. Sedangkan arti
pasar adalah suatu tempat dimana pada hari tertentu para penjual dan pembeli
dapat bertemu untuk jual-beli barang. Adapun definsi pasar adalah sebagai
mekanisme (bukan hanya sekedar tempat) yang dapat menata kepentingan pihak
pembeli terhadap kepentingan pihak penjual. Mekanisme tersebut jangan hanya
dimengerti sebagai cara pembeli dan penjual bertemu dan kemudian berpisah,
tetapi lebih dari itu harus dimaknai sebagai tatanan atas berbagai bagian,
yaitu para pelaku seperti pembeli dan penjual, komoditas yang diperjualbelikan,
aturan main yang tertulis maupun tidak tertulis yang disepakati oleh para
pelakunya, serta regulasi pemerintah yang saling terkait, berinteraksi, dan
secara serentak bergerak bagaikan suatu mesin.
Pasar dimana para pembeli dan para
penjual melakukan interaksi dapat dibedakan menjadi pasar komoditas dan pasar
faktor. Pasar komoditas adalah interaksi anatara para pembeli dan paa penjual
dari suatu komoditas dalam menentukan jumlah dan harga barang atau jasa yang
diperjualbelikan. Sedangkan pasar faktor adalah interaksi antara para pengusaha
(pembeli faktor-faktor produksi) dengan para pemilik faktor produksi untuk
menentukan harga (pendapatan) dan jumlah faktor-faktor produksi yang akan
digunakan dalam menghasilkan barang dan jasa yang diminta masyarakat.
Pasar sendiri memiliki tiga fungsi,
yaitu: fungsi distribusi, fungsi pembentukan harga, dan fungsi promosi.
Sedangkan menurut fisiknya, janis pasar dibedakan ke dalam pasar konkret dan
pasar abstark. Pasar konkret merupakan tempat pertemuan antara pembeli dan
penjual untuk melakukan transaksi secara langsung. Barang yang dijual belikan
juga tersedia di pasar tersebut. Sedangkan pasar abstrak merupakan pasar tidak
nyata dimana transaksi antar penjual dan pembeli hanya dilakukan melalui
telepon, internet, dll.
Interaksi yang terjadi antara
penjual dan pembeli akan menentuakn tingkat harga suatu komoditas (barang atau
jasa) dan jumlah komoditas yang diperjual belikan. Sehingga dalam ilmu ekonomi
bila kita berbicara tentang pasar, maka secara otomatis kita akan membicarakan
mengenai pertemuan antara penjual dan pembeli, barang/jasa yang dijual, serta
harga tertentu atas barang/jasa yang dijual tersebut.
2.1.6 Iklan
Iklan merupakan suatu investasi
ekonomis, dan bagi kebanyakan perusahaan dan organisasi non profit, iklan
merupakan sebuah investasi yang dianggap sangat menguntungkan. (Shimp,
2003:42). Periklanan menurut Jefkins (1997) adalah pesan-pesan penjualan yang
paling persuasif yang diarahkan kepada calon pembeli yang paling potensial atas
produk barang atau jasa tertentu dengan biaya semurah murahnya. Menurut Kotler
( 2002 ), periklanan adalah segala bentuk penyajian dan promosi ide, barang,
atau jasa secara non personal oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan
pembayaran.
Sedangkan periklanan menurut Lamb, Hair dan Mc
Daniel ( 2001 ) merupakan bentuk dari komunikasi bukan pribadi yang dibayar
dimana sponsor atau perusahaan diidentifikasi. Menurut Rhenald Kasali ( 1995 ),
iklan adalah segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan lewat
media, yang ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat. Penyajian pesan
itu harus dapat disuarakan atau diperlihatkan dan dinilai secara terbuka untuk
suatu produk, jasa, atau ide.
Sedangkan Keller (1998) dalam ( Prima, 2008)
mendefinisikan Advertising sebagai ”any paid form of
nonpersonal presentasion and promotion of ideas, goods, or service by an identified
sponsor”. ”Paid” artinya bahwa secara umum ruang atau waktu untuk menyampaikan
pesan iklan harus dibeli. Atau dengan kata lain periklanan terdiri dari semua
kegiatan penyajian non personal, suatu pesan tertentu, dan mempromosikan
ide-ide, barang, atau jasa yang dilakukan oleh umum. Komponen nonpersonal dari
iklan meliputi media massa (seperti televisi, radio, majalah, suarat kabar)
yang dapat menyampaikan suatu pesan kepada suatu kelompok besar, seringkali
pada saat yang bersamaan.
Pendapat dari Fandy Tjiptono (1997), iklan adalah
bentuk komunikasi tidak langsung, yang didasari pada informasi tentang keunggulan
suatu produk, yang disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa
menyenangkan yang akan mengubah pikiran seseorang untuk melakukan pembelian. American
Marketing Association (AMA) mendefinisikan iklan sebagai semua bentuk bayaran
untuk mempresentasikan dan mempromosikan ide, barang, atau jasa secara non
personal oleh sponsor yang jelas.
Menurut David A. Aaker seperti dikutip Fandy
Tjiptono ( 2002:103 )
menyatakan
bahwa iklan memegang peranan penting dalam pemasaran karena iklan akan
menyampaikan beberapa pesan diantaranya adalah brand awareness (dikenal
oleh masyarakat), strong brand association (memiliki persepsi terhadap merek
tertentu yang baik), perceived quality (dipersepsikan konsumen untuk mengetahui
produk tersebut bagian dari produk berkualitas), dan brand loyality (memiliki
pelanggan setia). Setiap perusahaan tidak hanya membuat produk yang bagus,
namun juga berinvestasi meningkatkan ekuitas merek melalui periklanan,
sehingga
dengan adanya iklan konsumen akan menjadi tahu tentang keunggukan suatu produk.
Periklanan merupakan salah satu kiat utama yang
digunakan perusahaan untuk mengarahkan komunikasi pada pembeli sasaran dan
masyarakat. Periklanan juga merupakan cara yang paling efektif untuk
menyebarkan peran, membangun preferensi kesan merek, maupun motivasi konsumen
(Rhenald Kasali, 1995). Konsumen akan merasa dekat dengan perusahaan apabila
mendapatkan informasi seputar perusahaan dan info merek produk yang
bersangkutan. Iklan menunjukkan seberapa besar niat perusahaan untuk melayani
kepentingan konsumen. Menurut Cravens (1996) mengemukakan bahwa keuntungan
penggunaan iklan untuk berkomunikasi dengan para konsumen diantaranya adalah
biaya yang rendah perpemasangan, keragaman media, pengendalian pemasangan, isi
pesan yang konsisten, dan kesempatan untuk mendesain iklan yang efektif dan
kreatif.
Untuk memperkenalkan produknya biasanya perusahaan
menggunakan media iklan, diantaranya televisi.Televisi adalah media yang banyak
disukai oleh kalangan pengiklan nasional karena sangat mudah dilihat dan
kemampuan mendemonstrasikan suatu sangat berpengaruh. Terlebih lagi, televisi
mengunakan warna, suara, gerakan, dan musik. Sehingga iklan tampak begitu hidup
dan nyata. Iklan visual dapat menancapkan kesan yang lebih dalam, sehingga para
konsumen begitu melihat produk akan segera teringat akan suatu merek tersebut
(Jefkins, 1997).
Menurut fungsi iklan yang
disampaikan oleh Shimp yang berkaitan dengan kebutuhan konsumen dikatakan bahwa
iklan dapat memberi nilai tambah pada merek dengan mempengaruhi persepsi
konsumen atas produk tersebut dan dengan adanya iklan yang dibintangi oleh
selebriti akan dapat menambah kepercayaan produk di mata konsumen. Konsumen
menerima informasi akan produk dari iklan, mulai dari perkenalan produk,
informasi tata cara pemakaian, serta pelayanan purna jual sebisa mungkin
dikomunikasikan oleh perusahaan melalui iklan. Strategi ini merupakan nilai
tambah bagi konsumen, karena konsumen yang awalnya tidak tahu menjadi mengerti
dan paham tentang produk tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa iklan
memberi informasi kepada konsumen sebelum membeli suatu produk.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1
Bentuk Persaingan Produsen dan Pilihan Masyarakat
Perilaku konsumen dalam melakukan konsumsi didasari
pada pilihan untuk mendapatkan kepuasan yang paling optimum (consumer choise to maximum utility).
Pilihan konsumen ini tentu saja akan berdampak pada perusahaan sebagai
penyedian barang kebutuhan dan keinginan konsumen tersebut, oleh karenanya
sebagaimana halnya konsumen yang selalu ingin memuaskan kebutuhannya dengan
cara yang paling efesien (mendapatkan kebutuhannya dengan harga yang murah dan
mendapatkan dalam jumlah yang banyak), maka produsen juga berusaha memuaskan
kebutuhannya dengan cara menghasilkan barang dengan biaya yang dianggap paling
murah atau biaya yang paling efisien.
Yang
dimaksud dengan produksi atau memproduksi adalah suatu usaha atau kegiatan
untuk menambah kegunaan (nilai guna) suatu barang. Kegunaan suatu barang akan
bertambah bila memberikan manfaat baru atau lebih dari bentuk semula. Untuk
memproduksi dibutuhkan faktor-faktor produksi yaitu alat atau sarana
untuk melakukan proses produksi. Faktor-faktor produksi yang dimaksud dalam
ilmu ekonomi adalah Manusia(tenaga kerja = TK), Modal (uang atau alat modal
seperti mesin = M), SDA (tanah =T) dan skill (teknologi = T).
Para
ahli ekonomi mendefinisikan produksi sebagai menghasilkan kekayaan melalui eksploitasi
manusia terhadap sumber-sumber kekayaan lingkungan, atau bila kita artikan
secara konvensional, produksi adalah
proses menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa dengan
menggunakan sumber daya yang ada. Produksi tidak berarti menciptakan secara fisik sesuatu yang
tidak ada, karena tidak seorang pun yang dapat menciptakan benda. Oleh karenanya
dalam pengertian ahli ekonomi, yang dapat dikerjakan manusia hanyalah membuat
barang-barang menjadi berguna.
Kegiatan produksi adalah salah satu bagian dari beberapa
kegiatan perusahaan disamping kegiatan personalia, keuangan, dan pemasaran.
Keempat kegiatan perusahaan tersebut tidak dapat dipisahkan karena merupakan
suatu kesatuan yang menjadikan perusahaan berhasil, maju, dan berkembang.
Kegiatan produksi atau fungsi produksi, pelaksanaan maupun pencapaian tujuan
bagi produksi menjadi tanggung jawab manajer produksi.
Sebagai
seorang produsen, tentu telah mengetahui bahwa terdapat rintangan-rintangan
dalam melakukan produksi, pendistribusian produk, dan persaingan pemasaran
produk. Hal seperti ini sudah menjadi hal yang biasa bagi seorang produsen, sehingga
secara keseluruhan produsen mengetahui dengan pasti resiko dan
hambatan-hambatan yang akan dilalui dalam memproduksi dan memasarkan suatu
produk serta cara penyelesaiannya. Tetapi rintangan atau tantangan terberat
bagi seorang produsen adalah persaingan pasar dalam pemasaran produk. Terkadang
pasar menjual produk-produk yang serupa sehingga masyarakat sebagai konsumen
menentukan pilihan mereka berdasarkan dua faktor, yaitu kualitas dan harga.
Sementara itu berdasarkan pengamatan terdahulu, konsumen cenderung lebih memilih
kepada produk-produk yang murah dibandingkan produk yang berkualitas. Hal ini
dikarenakan produk berkualitas memasang harga yang sangat tinggi, sedangkan
produk murah memasang harga yang rendah dengan kualitas yang baik atau dapat dikatakan
produk murah sangat pas dengan kondisi ekonomi masyarakat indonesia yang
umumnya rendah.
3.2 Upaya Mengatasi Persaingan Pasar
Dalam mengatasi hal ini produsen harus memiliki
perencanaan produksi yang matang. Perencanaan produksi adalah proses kegiatan
penelitian dan pengembangan produk baru maupun produk lama yang nanti akan atau
telah diproduksi suatu perusahaan atau produsen. Penelitian ini mengenai produk
apa yang digemari, bagaimana kemasannya yang menarik, dan produk apa saja yang
disukai, sedangkan pengembangannya adalah kegiatan perusahaan atau
produsen untuk mengembangkan produk lama
agar lebih menarik lagi dan mempunyai kegunaan yang bertambah dari produk
semula. Tujuan perencanaan produk berarti secara garis besar merencanakan
bagaimana tindakan yang akan dilakukan untuk memproduksikan produk baru yang
laku dijual dan bagaimana jika produk lama telah mencapai tahap kejenuhan
sehingga perlu dikaji lebih lanjut agar laku dijual di pasar.
Perencanaan
produk dilakukan di dua tempat yaitu perencanaan produk yang dilakukan dengan
meneliti lapangan (survei pasar dan konsumen) baru kemudian perencanaan produk
tersebut dimatangkan di laboratorium. Dengan meneliti lapangan diharapkan
perusahaan atau produsen sudah menggunakan secara kasar tentang keadaan pasar,
segmen pasar, manfaat produk, bentuknya, kualitas, dan warna yang disukai
konsumen. Kemudian dari data-data yang diperoleh di lapangan diteliti dan
dikembangkan di laboratorium sehingga tercipta produk baru.
Faktor-faktor
yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan produk adalah sebagai berikut:
1.
Manfaat produk bagi konsumen,
2.
Permintaan pasar,
3.
Potensi pasar,
4.
Kemungkinan pengembangan produk di masa
yang akan datang,
5.
Kekuatan persaingan, dan sebagainya.
Selain
faktor perencanaan, faktor pengendalian
produksi dan kualitas juga sangat berperan dalam mengatasi persaingan pasar
khususnya dalam hal produk. Pengendalian produksi adalah berbagai kegiatan dan
metoda yang digunakan oleh manajemen perusahaan untuk mengelola, mengatur,
mengkoordinir dan mengarahkan proses produksi (peralatan, bahan baku, mesin,
dan tenaga kerja) kedalam suatu arus aliran yang memberikan hasil dengan jumlah
biaya yang seminimum mungkin dan waktu yang secepat mungkin.
Pengendalian
produksi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu order control dan flow
control. Order control yaitu
perusahaan yang beroprasi berdasarkan pesanan dari konsumen sehingga kegiatan
oprasionalnya juga tergantung pada pesanan tersebut. Sedangkan flow control adalah perusahaan yang
beroprasi untuk menghasilkan produk standar sehingga sebagian produk merupakan
produk untuk persediaan dalam jumlah yang besar. Pengendalian produksi antara
satu perusahaan dengan perusahaan yang lain berbeda-beda disesuaikan dengan
jenis barang atau produk yang diproduksi oleh setiap perusahaan.
Terdapat
lima tahap pengendalian produksi, yaitu:
1.
Production
forecasting
Production forecasting
adalah peramalan produksi untuk mengetahui jumlah dan manfaat produksi yang
akan dibuat dimasa yang akan datang, sehingga jika terjadi penyimpangan akan
cepat diadakan penyesuaian produksi dimasa yang akan datang.
Dengan
melaksanakan peramalan produksi, perusahaan dapat menyusun anggaran
operasionalnya untuk pedoman kerja, penggunaan kapasitas produksi yang
semaksimal mungkin, menstabilisasi kesempatan kerja karena terdapatnya
kestabilan dan kepastian jumlah produksi dimasa yang akan datang.
2.
Routing
Routing
adalah
kegiatan untuk menentukan urutan-urutan proses dan penggunaan alat produksinya
dari bahan mentah sampai menjadi produk akhir,
sehingga sebelum produksi dimulai masalah sudah tercantum pada rout sheet.
3.
Schedulling
Schedulling
adalah kegiatan untuk membuat jadwal proses produksi sebagai satu kesatuan dari
awal proses sampai selesainya proses produksi. Schedulling ini dilalsanakan untuk mengetahui berapa waktu yang
dibutuhkan setiap pemrosesan sesuai dengan urutan-urutan routenya.
4.
Dipatching
Dipatching
adalah suatu proses untuk pemberian perintah dalam melaksanakan pekerjaan
sesuai dengan routing dan schedulling yang telah dibuat.
5.
Follow
up
Follow
up
adalah kegiatan untuk menghilangkan terjadinya penundaan/keterlambatan kerja
yang mendorong terkoordinasi pelaksanaan kerja.
Selain
pengendalian produksi, terdapat pula pengendalian kualitas yang sebenarnya
pengendalian ini juga berkaitan dengan pengendalian yang lain. Pengendalian kualitas atau quality control adalah suatu proses
untuk menentukan barang-barang yang rusak dan diusahakan dikurangi serta
mempertahankan barang-barang yang sudah baik kemudian mengontrol agar hasil
produksi diwaktu yang akan datang tidak lagi mengalami penurunan kualitas atau
kerusakan.
Untuk
menentukan apakah barang tersebut rusak atau lebih baik mutunya, perusahaan
biasanya menentukan produk standar. Dengan demikian pengendalian kualitas itu
dilakukan sejak awal proses, barang dalam proses sampai barang jadi sehingga
sejak awal perusahaan dapat menelusuri pada tahap proses mana yang menyebabkan
terjadinya kerusakan barang. Jika pengendalian proses baik maka perusahaan akan
bergantung karena mempunyai andil dalam meminimumkan biaya proses produksi
secara keseluruhan.
Pengendalian
kualitas baik untuk proses produksi yang berlangsung secara terus-menerus
ataupun proses produksi yang terputus-putus relatif sama, dimana didalamnya
mempunyai kegiatan sebagai berikut:
·
Menentukan standar kualitas baik dalam
hal ukuran, daya tahan, warna, bentuk, harga, dan sebagainya dengan memakai
peralatan yang standar.
·
Mencari pemeriksa atau controler yang mempunyai kecakapan yang
dibutuhkan baik mengenai pemakaian peralatannya maupun pemeliharaannya.
·
Tujuan pengendalian kualitas adalah
untuk meminimumkan biaya proses produksi sehingga dananya dapat dimanfaatkan
untuk kegiatan yang lebih produktif.
Kedua strategi
untuk mengatasi persaingan pasar diatas jika dilakukan oleh suatu perusahaan
secara baik dan benar, maka dapat dipastikan produk yang dijual akan laku di
pasar, karena barang yang diproduksi sesuai dengan selera pasar dan kegiatan
produksinya dilakukan secara terstruktur sehingga pembuatan suatu produk tidak
memakan biaya yang besar, atau dengan kata lain perusahaan atau produsen dapat
memproduksi produk secara efektif dan efisien.
Untuk menambah
jangkauan pasar atau menambah konsumen, perusahaan atau produsen harus membuat promosi agar konsumen
yang belum mengetahui adanya suatu produk ini pada akhirnya mengetahui dan
berkeinginan untuk menmbeli dan menggunakan produk tersebut.
Promosi adalah
merupakan salah satu variabel marketing
mix yang digunakan oleh perusahaan untuk mengadakan komunikasi dengan
pasarnya.[4]
Promosi juga sering dikatakan sebagai “proses berlanjut” karena dapat
menimbulkan rangkaian kegiatan selanjutnya dari perusahaan. Oleh karena itu
promosi dipandang sebagai arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat
untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan
pertukaran dalam pemasaran.
Salah satu
kegiatan yang promosi yang banyak dilakukan oleh perusahaan atau produsen suatu
produk adalah periklanan. Periklanan adalah komunikasi non-individu dengan
sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga
non-laba, serta individu-individu. Dalam periklanan ini, pihak yang memasang
iklan (sponsor) harus mengeluarkan sejumlah biaya atas pemasangan iklan pada
media.
Selain menjual
atau meningkatkan penjualan barang, periklanan juga memiliki tujuan lain, yaitu
mendukung program personal selling
dan kegiatan promosi yang lain, mencapai orang-orang yang tidak dapat dicapai
oleh salesman dalam jangka waktu tertentu, mengadakan hubungan dengan para
penyalur, dan memasuki daerah pemasaran baru atau menarik pelanggan/konsumen
baru.
Periklanan dapat
digolongkan menjadi dua, yakni periklanan barang dan periklanan kelembagaan.
Periklanan barang atau product
advertising dilakukan dengan menyatakan kepada pasar tentang produk yang
ditawarkan. Sedangkan periklanan kelembagaan atau institutional advertising dilakukan untuk menimbulkan rasa simpati
terhadap penjual dan ditujukan untuk menciptakan goodwill kepada perusahaan. Jadi periklanan ini lebih
menitik-beratkan pada nama penjual atau perusahaannya.
Pemilihan jenis
media yang akan digunakan juga merupakan salah satu keputusan penting bagi
sponsor. Setiap media juga memiliki ciri-ciri tersendiri yang berbeda.
Jenis-jenis media tersebut adalah surat kabar, majalah, radio, televisi, dan
pos langsung.
BAB
IV
PENUTUP
4.1
Simpulan
Karya
tulis ini membahas tentang persaingan pasar antara produsen produk berkualitas dengan produsen produk
murah dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat sebagai konsumen. Dari pembahasan
diatas, dapat ditarik beberapa kesimpulan, antara lain:
·
Persaingan yang terdapat didalam pasar
adalah dimana produsen suatu produk bersaing dengan produsen produk lain yang
sejenis tetapi berbeda kualitas dan harga barangnya. Persaingan ini mengenai
produk yang mana yang lebih disukai dan
di konsumsi oleh konsumen.
·
Berdasarkan hasil penelitian terdahulu
dan pantauan secara umum, konsumen lebih menyukai produk yang murah karena
produk murah sesuai dengan tingkat kemampuan atau daya beli masyarakat
Indonesia. Tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa konsumen sebenarnya mencari dan
menyukai produk berkualitas, namun produk berkualitas yang beredar di pasar
memasang harga tinggi, sehingga produk tersebut jarang di konsumsi masyarakat
sebagai konsumen.
·
Produsen jika ingin memenangkan
persaingan pasar, harus memiliki beberapa strategi penting. Strategi tersebut
adalah perencanaan produksi, pengendalian produksi dan kualitas, dan promosi. Strategi-strategi
tersebut membuat produsen dapat membuat suatu produk yang nantinya bila
dipasarkan akan laku dan disukai konsumen. Strategi tersebut juga membuat
produsen dapat meminimalkan biaya produksi tetapi menghasilkan produk yang
dapat mengimbangi produk berkualitas yang berharga mahal.
4.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan yang
diperoleh dalam karya tulis ini, maka diajukan saran-saran sebagai berikut :
·
Sebagai seorang produsen yang ingin maju
dan maka mereka harus berusaha, belajar dari pengalaman-pengalaman, serta tidak
takut terhadap kegagalan.
·
Produsen harus mencari peluang pasar
terbesar. Peluang pasar disini berarti sebuah peluang yang tingkat konsumsinya
tinggi tetapi tingkat produksinya rendah. Keadaan ini sangat menguntungkan
produsen.
·
Produsen juga harus mampu berinovasi
dengan produknya. Dengan menciptakan sebuah produk baru yang berbeda dari yang
lain dapat menguntungkan produsen karena konsumen menyukai juga barang-barang
yang unik dan berbeda dari yang lain.
·
Selain itu, penetapan harga barang dan
promosi juga sangat berpengaruh dalam penjualan. Harga yang minim dengan barang
dengan kualitas yang tidak kalah dengan barang-barang yang harga nya tinggi
sangat disukai oleh konsumen. Dan untuk mensosialisasikan produk yang dibuat
adalah dengan promosi. Promosi yang dilakukan harus mencerminkan bahwa produk
yang dipromosikan merupakan produk unggulan dengan harga yang sesuai dengan
daya beli konsumen.
DAFTAR PUSTAKA
Basu Swastha dan Ibnu Sukotjo. 1993. Pengantar
Bisnis Modern (Pengantar Ekonomi Perusahaan Modern), Edisi ketiga. Yogyakarta: Liberti.
Made, Novandri. 2010. Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Harga,
dan Iklan Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Yamaha Pada Harpindo Jaya
Cabang Ngaliyan. Semarang: Skripsi FE Undip.
Sadono, Sukirno. 2005. Mikro Ekonomi Teori Pengantar, Edisi
ketiga. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Wikipedia. 2012. “Perilaku Konsumen”.
Blog Manajemen. www.id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen.
Di akses pada 28 Juni 2012.
Wikipedia. 2012. “Konsumen”. Blog
Manajemen. www.id.wikipedia.org/Konsumen.
di akses pada 28 Juni 2012.
Indah F. “Pengertian, Arti dan Definisi Pasar”. Blog Ekonomi. http://carapedia.com/pengertian_arti_definisi_pasar_info2000.html. di akses pada 28 Juni 2012.
Mentari Indah Permata Sari. 2012.”Pengertian produksi dan Macam-Macam Pasar Monopoli, Oligopoli, dan Persaingan Sempurna. Blog Manajemen. http://mentari-indah.blogspot.com/2012/04/pengertian-produksi-dan-macam-macam.html. di akses pada 28 Juni 2012.
[1] UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 Tentang
Perlindungan Konsumen, Direktorat
Perlindungan Konsumen Republik Indonesia
[2] Duncan, Tom. 2005. Principles of Advertising & IMC,
Second Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 5
[3] Sadono
Sukirno, Mikro Ekonomi Teori Pengantar
(Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2005) hlm. 153
[4] Basu
Swastha dan Ibnu Sukotjo, Pengantar
Bisnis Modern (Yogyakarta: Liberty, 1993) hlm. 222
Tidak ada komentar:
Posting Komentar