Minggu, 25 November 2012

karya tulis PERSAINGAN PASAR ANTARA PRODUK BERKUALITAS DAN PRODUK MURAH DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN MASYARAKAT



PERSAINGAN PASAR ANTARA PRODUK BERKUALITAS DAN PRODUK MURAH DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN MASYARAKAT

Karya Tulis


Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia
pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan 
Tahun Akademik 2011/2012 



Disusun oleh
Chika Damara
NPM 021111056

PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PAKUAN
BOGOR
2012
PENGESAHAN KARYA TULIS


Nama Penyusun                      :  Chika Damara
Nomor Pokok Mahasiswa       :  021111056
Fakultas/Jurusan                      :  Ekonomi/Manajemen
Judul Karya  Tulis                   :  Persaingan Pasar Antara Produk Berkualitas
                                                   dan Produk Murah Dalam Pemenuhuan  
   Kebutuhan Masyarakat
Dosen Pembimbing                 :  Drs. Dadan Suwarna


                                                                                                Bogor,    Juni 2012
                                                                                                Dosen Pembimbing


                                                                                                 Drs. Dadan Suwarna





KATA PENGANTAR

            Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan YME, karena atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penyusunan karya tulis yang berjudul “Persaingan Pasar Antara Produk Berkualitas dan Produk Murah Dalam Pemenuhan Kebutuhan Masyarakat” pada akhirnya dapat terselesaikan.
            Karya tulis ini dibuat sebagai tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia pada semester II jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan Bogor. Karya tulis ini merupakan hasil gabungan dan dirangkum dari beberapa buku, media internet, dan juga hasil dari penelitian yang dituangkan dalam empat bab yaitu; Pendahuluan, Tinjauan Pustaka, Pembahasan, dan Penutup yang berisi Kesimpulan.
            Semoga karya tulis ini dapat diterima dan bermanfaat khususnya bagi pembuatan karya tulis sejenis. Kritik dan saran yang membangun sangat dibutuhkan untuk penulisan karya tulis selanjutnya.

                              Bogor,   Juni 2012

 Chika Damara
   021111056  



DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL..............................................................................      1
PENGESAHAN KARYA TULIS.........................................................     2
KATA PENGANTAR............................................................................     3
DAFTAR ISI ...........................................................................................     4
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................     6
            1.1 Latar Belakang........................................................................      6
            1.2 Rumusan Masalah ..................................................................      7
            1.3 Tujuan dan Manfaat...............................................................       7
1.3.1 Tujuan Pembuatan Karya Tulis....................................       7
1.3.2 Manfaat pembuatan Karya Tulis..................................       8
1.4 Sistematika Penulisan.............................................................       8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..........................................................       9
2.1 Landasan Teori.......................................................................       9
2.1.1 Konsumen dan Tingkah Laku Konsumen....................      9
2.1.2 Keputusan Pembelian...................................................      10
2.1.3 Kualitas Produk............................................................      11
2.1.4 Harga............................................................................      12
2.1.5 Pasar..............................................................................      14
2.1.6 Iklan...............................................................................     16
BAB III PEMBAHASAN.......................................................................     19
            3.1       Bentuk Persaingan Produsen dan Pilihan Masyarakat ....      19
            3.2       Upaya Mengatasi Persaingan Pasar    ...............................     21
BAB IV PENUTUP................................................................................      27
4.1 Simpulan..................................................................................     27
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................     29









BAB I
PENDAHULUAN


1.1              Latar Belakang
Di Indonesia, terdapat berbagai macam produk yang ditawarkan produsen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Produsen berusaha membuat inovasi untuk produknya dalam menjawab tantangan pasar yang semakin sengit. Pada umumnya, masyarakat dalam memilih suatu produk didasarkan oleh dua hal, yaitu kualitas dan harga. Dua faktor inilah yang dapat menarik perhatian masyarakat selain dari  penampilan produk itu sendiri.
Masyarakat sangat tertarik pada produk-produk yang berkualitas dengan harga yang murah. Tetapi, dalam kacamata seorang produsen sangatlah sulit untuk menciptakan suatu produk dengan harga yang murah tetapi berkualitas. Keadaan seperti ini merupakan sebuah tantangan yang harus dilalui oleh seorang produsen. Tantangan tersebut ialah dimana produsen suatu  produk harus berinovasi terhadap produknya, berfikir kreatif, mampu melihat peluang pasar, dan dapat mengetahui apa yang diinginkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Ketika seorang produsen mampu melewati tantangan tersebut, maka produk yang ia produksi akan laku di pasaran dan meraih keuntungan.
Namun pada saat ini yang menjadi problematika dunia produksi adalah dimana produsen sebuah produk pemuas kebutuhan sangatlah banyak dan produknya pun  bervariatif sehingga sangat sulit untuk bersaing di dalam pasar , sehingga produsen harus benar-benar mengerti dan memahami produk seperti apa yang diinginkan oleh masyarakat sebagai konsumen.

1.2              Rumusan Masalah
Masyarakat pada saat ini menyukai produk-produk pemuas kebutuhan yang berharga murah tetapi berkualitas. Namun seperti yang kita ketahui untuk menciptakan suatu produk dengan harga jual yang rendah dari bahan baku yang berkualitas tentu tidaklah mudah, mengingat saat ini harga-harga bahan baku sangat tinggi.  Keadaan ini membuat persaingan antara produsen-produsen semakin sengit.
Dari keadaan diatas, menimbulkan beberapa pertanyaan yaitu:
a.                  Apakah bentuk persaingan antara produsen satu dengan produsen lain?
b.                  Apakah pilihan masyarakat ketika mereka tidak menemukan produk berkualitas dengan harga murah untuk memenuhi kebutuhan?
c.                  Apakah yang harus dilakukan seorang produsen dalam mengatasi masalah persaingan pasar?

1.3              Tujuan dan Manfaat

1.3.1        Tujuan Pembuatan Karya Tulis
Karya tulis yang berjudul “Persaingan Pasar Antara Produk Berkualitas dan Produk Murah Dalam Pemenuhuan Kebutuhan Masyarakat” dibuat dengan tujuan untuk :
a.                  Mengetahui bentuk persaingan antara produsen satu dengan produsen lain.
b.                  Mengetahui pilihan masyarakan ketika mereka dihadapkan pada situasi dimana mereka harus memilih antara produk berkualitas dan produk murah untuk memenuhi kebutuhan mereka.
c.                  Mengetahui hal apa saja yang dilakukan seorang produsen dalam mengatasi persaingan pasar.

1.3.2        Manfaat Pembuatan Karya Tulis
Hasil dari karya tulis ini diharapkan akan mempunyai manfaat, yaitu :
a.                  Memberikan pemahaman mengenai ruang lingkup marketing.
b.                  Memberikan pemahaman mengenai strategi dan pemasaran produk dalam menghadapi persaingan pasar.

1.4              Sistematika Penulisan
Untuk mendapatkan gambaran secara menyeluruh mengenai penulisan karya tulis ini, maka penulisan disusun sebagai berikut:
·                     BAB I PENDAHULUAN akan diuraikan tentang latar belakang masalah yang menjadi dasar pemikiran untuk menyusun karya tulis ini yang selanjutnya disusun rumusan masalah dan diuraikan tentang tujuan dan manfaat karya tulis ini, kemudian diakhiri dengan sistematika penulisan.
·                     BAB II TINJAUAN PUSTAKA akan diuraikan mengenai landasan teori yang menjadi dasar pemikiran dari karya tulis ini.
·                     BAB III PEMBAHASAN akan membahas secara menyeluruh mengenai bahan yang akan penulis bahas. Yang akan dibahas adalah mengenai apa yang telah ditentukan dalam rumusan masalah.
·                     BAB IV PENUTUP akan berisi simpulan hasil karya tulis.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1       Landasan Teori
2.1.1    Konsumen dan Tingkah Laku Konsumen
                Konsumen adalah setiap orang pemakai barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.[1] Sedangkan Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.[2] Menurut Basu Swastha dan  T. Hani Handoko ( 1997 ) perilaku konsumen adalah kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempengaruhi barang dan jasa, termasuk di dalamnya pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan tersebut. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.
Dengan adanya konsumen yang sangat beragam dalam usia, pendapatan
dan selera, maka sebagai pengusaha harus memahami perilaku konsumen yang beragam agar dapat mengembangkan produk dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. (Kotler,  1994:106). Banyak faktor yang mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan akhir yaitu membeli suatu produk, karena pada umumnya manusia sangat rasional dan memanfaatkan secara sistematis informasi yang tersedia untuk mereka (Engel, 1995). Perilaku konsumen akan menentukan proses pengambilan keputusan mereka. Proses tersebut merupakan sebuah pendekatan penyelesaian masalah pada keinginan manusia untuk membeli suatu barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya.
            Teori tingkah laku konsumen dapat dibedakan dalam dua macam pendekatan: pendekatan nilai guna (utiliti) kardinal dan pendekatan nilai guna ordinal.[3] Dalam pendekatan nilai guna kardinal dianggap manfaat atau kenikmatan yang diperoleh seorang konsumen dapat dinyatakan secara kuantitatif. Berdasarkan kepada pemisalan ini, dan dengan anggapan bahwa konsumen akan memaksimumkan kepuasan yang dapat dicapainya, diterangkan bagaimana seseorang akan menentukan konsumsinya ke atas berbagai jenis barang yang terdapat di pasar. Dalam pendekatan nilai guna ordinal, manfaat atau kenikmatan yang diperoleh masyarakat dari mengkonsumsikan barang-barang tidak dikuantifikasi. Tingkah laku seorang konsumen untuk memilih barang-barang yang akan memaksimumkan kepuasannya ditunjukan dengan bantuan kurva kepuasan sama, yaitu kurva yang menggambarkan gabungan barang yang akan memberikan nilai guna (kepuasan) yang sama.
            Teori nilai guna dapat digunakan untuk menerangkan paradoks nilai, yaitu keadaan di mana beberapa jenis barang yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari (seperti air dan udara) harganya sangat rendah, sedangkan barang yang kurang berguna (seperti berlian) harganya sangat tinggi.
2.1.2    Keputusan Pembelian
            Keputusan pembelian merupakan keputusan konsumen untuk membeli suatu produk setelah sebelumnya memikirkan tentang layak tidaknya membeli produk itu dengan mempertimbangkan informasi – informasi yang ia ketahui dengan realitas tentang produk itu setelah ia menyaksikannya. Hasil dari pemikiran itu dipengaruhi kekuatan kehendak konsumen untuk membeli sebagai alternative dari istilah keputusan pembelian yang dikemukakan oleh Zeithalm (1988) dalam (Nugroho Setiadi, 2002).
Keputusan pembelian adalah tindakan dari konsumen untuk mau membeli atau tidak terhadap produk. Dari berbagai faktor yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian suatu produk atau jasa, biasanya konsumen selalu mempertimbangkan kualitas, harga dan produk sudah yang sudah dikenal oleh masyarakat Sebelum konsumen memutuskan untuk membeli, biasanya konsumen melalui beberapa tahap terlebih dahulu yaitu, (1) pengenalan masalah, (2) pencarian informasi. (3) evaluasi alternatif, (4) keputusan membeli atau tidak, (5) perilaku pascapembelian (Kotler, 2002). Namun dalam pembelian yang lebih rutin, konsumen sering kali melompati atau membalik beberapa tahap ini.

2.1.3 Kualitas Produk
            Menurut Kottler dan Amstrong (2001) kualitas adalah karakteristik dari produk dalam kemampuan untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan yang telah ditentukan dan bersifat laten. Sedangkan menurut Garvin dan A. Dale Timpe (1990) kualitas adalah keunggulan yang dimiliki oleh produk tersebut. Kualitas dalam pandangan konsumen adalah hal yang mempunyai ruang lingkup tersendiri yang berbeda dengan kualitas dalam pandangan produsen saat mengeluarkan suatu produk yang biasa dikenal kualitas sebenarnya. Kualitas produk dibentuk oleh beberapa indikator antara lain kemudahan penggunaan, daya tahan, kejelasan fungsi, keragaman ukuran produk, dan lain – lain. Zeithalm (1988) dalam (Nugroho Setiadi 2002).
Untuk mencapai kualitas produk yang diinginkan maka diperlukan suatu standarisasi kualitas. Cara ini dimaksudkan untuk menjaga agar produk yang dihasilkan memenuhi standar yang telah ditetapkan sehingga konsumen tidak akan kehilangan kepercayaan terhadap produk yang bersangkutan. Pemasar yang tidak memperhatikan kualitas produk yang ditawarkan akan menanggung tidak loyalnya konsumen sehingga penjualan produknya pun akan cenderung menurun. Jika pemasar memperhatikan kualitas, bahkan diperkuat dengan periklanan dan harga yang wajar maka konsumen tidak akan berpikir panjang untuk melakukan pembelian terhadap produk.
Kualitas mempunyai arti sangat penting dalam keputusan pembelian konsumen. Apabila kualitas produk yang dihasilkan baik maka konsumen cenderung melakukan pembelian ulang sedangkan bila kualitas produk tidak sesuai dengan yang diharapkan maka konsumen akan mengalihkan pembeliannya pada produk sejenis lainnya. Sering kali dibenak konsumen sudah terpatri bahwa produk perusahaan tertentu jauh lebih berkualitas daripada produk pesaing dan konsumen akan membeli produk yang mereka yakini lebih berkualitas. Meskipun konsumen mempunyai persepsi yang berbeda terhadap kualitas produk, tetapi setidaknya konsumen akan memilih produk yang dapat memuaskan kebutuhannya. Konsumen senantiasa melakukan penilaian terhadap kinerja suatu produk, hal ini dapat dilihat dari kemampuan produk menciptakan kualitas produk dengan segala spesifikasinya sehingga dapat menarik minat konsumen untuk melakukan pembelian terhadap produk tersebut.
2.1.4    Harga 
            Harga menurut Kotler dan Amstrong (2001) adalah sejumlah uang yang ditukarkan untuk sebuah produk atau jasa. Lebih jauh lagi, harga adalah sejumlah nilai yang konsumen tukarkan untuk jumlah manfaat dengan memiliki atau menggunakan suatu barang atau jasa. Harga merupakan hal yang diperhatikan konsumen saat melakukan pembelian. Sebagian konsumen bahkan mengidentifikasikan harga dengan nilai. Menurut Basu Swasta (2001), harga merupakan sejumlah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya.


Banyak hal yang berkaitan dengan harga yang melatarbelakangi mengapa konsumen memilih suatu produk untuk dimilikinya. Konsumen memilih suatu produk tersebut karena benar-benar ingin merasakan nilai dan manfaat dari produk tersebut, karena melihat kesempatan memiliki produk tersebut dengan harga yang lebih murah dari biasanya sehingga lebih ekonomis, kerena ada kesempatan untuk mendapatkan hadiah dari pembelian produk tersebut, atau karena ingin dianggap konsumen lain bahwa tahu banyak tentang produk tersebut dan ingin dianggap loyal.
Harga memiliki dua peranan utama dalam proses pengambilan keputusan para pembeli, yaitu peranan alokasi dan peranan informasi (Fandy Tjiptono, 2001). Peranan alokasi dari harga adalah fungsi harga dalam membantu para pembeli untuk memutuskan cara memperoleh manfaat atau utilitas tertinggi yang diharapkan berdasarkan kekuatan membelinya. Dengan demikian adanya harga dapat membantu para pembeli untuk memutuskan cara mengalokasikan kekuatan membelinya pada berbagai jenis barang dan jasa. Pembeli membandingkan harga dari berbagai alternatif yang tersedia, kemudian memutuskan alokasi dana yang dikehendaki. Peranan informasi dari harga adalah fungsi harga dalam "mendidik" konsumen mengenai faktor produk, misalnya kualitas. Hal ini terutama bermanfaat dalam situasi di mana pembeli mengalami kesulitan untuk menilai faktor produk atau manfaatnya secara objektif. Persepsi yang sering berlaku adalah bahwa harga yang mahal mencerminkan kualitas yang tinggi (Fandy Tjiptono, 2002).
Penyesuaian khusus terhadap harga dapat dilakukan dengan penetapan harga berdasarkan nilai yaitu harga menawarkan kombinasi yang tepat dari mutu dan jasa yang baik dengan harga yang pantas. Penetapan harga berdasarkan nilai berarti merancang ulang merek yang sudah ada untuk menawarkan produk yang lebih bermutu dan memiliki nilai merek di mata konsumen pada tingkat harga tertentu atau produk bermutu sama dengan harga yang lebih murah. Dari fenomena ini konsumen memperoleh nilai lebih dengan memperoleh produk dengan harga yang ekonomis disertai dengan manfaat yang besar.
Berdasarkan dari bahasan tersebut di atas dapat dikatakan bahwa harga yang dipatok secara rasional dan sepadan dengan manfaat produk diberikan dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap suatu produk.

2.1.5    Pasar
            Dalam pengertian sederhana, pengertian pasar adalah sebagai tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi jual-beli barang dan jasa. Sedangkan arti pasar adalah suatu tempat dimana pada hari tertentu para penjual dan pembeli dapat bertemu untuk jual-beli barang. Adapun definsi pasar adalah sebagai mekanisme (bukan hanya sekedar tempat) yang dapat menata kepentingan pihak pembeli terhadap kepentingan pihak penjual. Mekanisme tersebut jangan hanya dimengerti sebagai cara pembeli dan penjual bertemu dan kemudian berpisah, tetapi lebih dari itu harus dimaknai sebagai tatanan atas berbagai bagian, yaitu para pelaku seperti pembeli dan penjual, komoditas yang diperjualbelikan, aturan main yang tertulis maupun tidak tertulis yang disepakati oleh para pelakunya, serta regulasi pemerintah yang saling terkait, berinteraksi, dan secara serentak bergerak bagaikan suatu mesin.
Pasar dimana para pembeli dan para penjual melakukan interaksi dapat dibedakan menjadi pasar komoditas dan pasar faktor. Pasar komoditas adalah interaksi anatara para pembeli dan paa penjual dari suatu komoditas dalam menentukan jumlah dan harga barang atau jasa yang diperjualbelikan. Sedangkan pasar faktor adalah interaksi antara para pengusaha (pembeli faktor-faktor produksi) dengan para pemilik faktor produksi untuk menentukan harga (pendapatan) dan jumlah faktor-faktor produksi yang akan digunakan dalam menghasilkan barang dan jasa yang diminta masyarakat. 
Pasar sendiri memiliki tiga fungsi, yaitu: fungsi distribusi, fungsi pembentukan harga, dan fungsi promosi. Sedangkan menurut fisiknya, janis pasar dibedakan ke dalam pasar konkret dan pasar abstark. Pasar konkret merupakan tempat pertemuan antara pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi secara langsung. Barang yang dijual belikan juga tersedia di pasar tersebut. Sedangkan pasar abstrak merupakan pasar tidak nyata dimana transaksi antar penjual dan pembeli hanya dilakukan melalui telepon, internet, dll.
Interaksi yang terjadi antara penjual dan pembeli akan menentuakn tingkat harga suatu komoditas (barang atau jasa) dan jumlah komoditas yang diperjual belikan. Sehingga dalam ilmu ekonomi bila kita berbicara tentang pasar, maka secara otomatis kita akan membicarakan mengenai pertemuan antara penjual dan pembeli, barang/jasa yang dijual, serta harga tertentu atas barang/jasa yang dijual tersebut.


2.1.6    Iklan
            Iklan merupakan suatu investasi ekonomis, dan bagi kebanyakan perusahaan dan organisasi non profit, iklan merupakan sebuah investasi yang dianggap sangat menguntungkan. (Shimp, 2003:42). Periklanan menurut Jefkins (1997) adalah pesan-pesan penjualan yang paling persuasif yang diarahkan kepada calon pembeli yang paling potensial atas produk barang atau jasa tertentu dengan biaya semurah murahnya. Menurut Kotler ( 2002 ), periklanan adalah segala bentuk penyajian dan promosi ide, barang, atau jasa secara non personal oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran.
Sedangkan periklanan menurut Lamb, Hair dan Mc Daniel ( 2001 ) merupakan bentuk dari komunikasi bukan pribadi yang dibayar dimana sponsor atau perusahaan diidentifikasi. Menurut Rhenald Kasali ( 1995 ), iklan adalah segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan lewat media, yang ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat. Penyajian pesan itu harus dapat disuarakan atau diperlihatkan dan dinilai secara terbuka untuk suatu produk, jasa, atau ide.
Sedangkan Keller (1998) dalam ( Prima, 2008) mendefinisikan Advertising sebagai ”any paid form of nonpersonal presentasion and promotion of ideas, goods, or service by an identified sponsor”. ”Paid” artinya bahwa secara umum ruang atau waktu untuk menyampaikan pesan iklan harus dibeli. Atau dengan kata lain periklanan terdiri dari semua kegiatan penyajian non personal, suatu pesan tertentu, dan mempromosikan ide-ide, barang, atau jasa yang dilakukan oleh umum. Komponen nonpersonal dari iklan meliputi media massa (seperti televisi, radio, majalah, suarat kabar) yang dapat menyampaikan suatu pesan kepada suatu kelompok besar, seringkali pada saat yang bersamaan.
Pendapat dari Fandy Tjiptono (1997), iklan adalah bentuk komunikasi tidak langsung, yang didasari pada informasi tentang keunggulan suatu produk, yang disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa menyenangkan yang akan mengubah pikiran seseorang untuk melakukan pembelian. American Marketing Association (AMA) mendefinisikan iklan sebagai semua bentuk bayaran untuk mempresentasikan dan mempromosikan ide, barang, atau jasa secara non personal oleh sponsor yang jelas.
Menurut David A. Aaker seperti dikutip Fandy Tjiptono ( 2002:103 )
menyatakan bahwa iklan memegang peranan penting dalam pemasaran karena iklan akan menyampaikan beberapa pesan diantaranya adalah brand awareness (dikenal oleh masyarakat), strong brand association (memiliki persepsi terhadap merek tertentu yang baik), perceived quality (dipersepsikan konsumen untuk mengetahui produk tersebut bagian dari produk berkualitas), dan brand loyality (memiliki pelanggan setia). Setiap perusahaan tidak hanya membuat produk yang bagus, namun juga berinvestasi meningkatkan ekuitas merek melalui periklanan,
sehingga dengan adanya iklan konsumen akan menjadi tahu tentang keunggukan suatu produk.
Periklanan merupakan salah satu kiat utama yang digunakan perusahaan untuk mengarahkan komunikasi pada pembeli sasaran dan masyarakat. Periklanan juga merupakan cara yang paling efektif untuk menyebarkan peran, membangun preferensi kesan merek, maupun motivasi konsumen (Rhenald Kasali, 1995). Konsumen akan merasa dekat dengan perusahaan apabila mendapatkan informasi seputar perusahaan dan info merek produk yang bersangkutan. Iklan menunjukkan seberapa besar niat perusahaan untuk melayani kepentingan konsumen. Menurut Cravens (1996) mengemukakan bahwa keuntungan penggunaan iklan untuk berkomunikasi dengan para konsumen diantaranya adalah biaya yang rendah perpemasangan, keragaman media, pengendalian pemasangan, isi pesan yang konsisten, dan kesempatan untuk mendesain iklan yang efektif dan kreatif.
Untuk memperkenalkan produknya biasanya perusahaan menggunakan media iklan, diantaranya televisi.Televisi adalah media yang banyak disukai oleh kalangan pengiklan nasional karena sangat mudah dilihat dan kemampuan mendemonstrasikan suatu sangat berpengaruh. Terlebih lagi, televisi mengunakan warna, suara, gerakan, dan musik. Sehingga iklan tampak begitu hidup dan nyata. Iklan visual dapat menancapkan kesan yang lebih dalam, sehingga para konsumen begitu melihat produk akan segera teringat akan suatu merek tersebut (Jefkins, 1997).
            Menurut fungsi iklan yang disampaikan oleh Shimp yang berkaitan dengan kebutuhan konsumen dikatakan bahwa iklan dapat memberi nilai tambah pada merek dengan mempengaruhi persepsi konsumen atas produk tersebut dan dengan adanya iklan yang dibintangi oleh selebriti akan dapat menambah kepercayaan produk di mata konsumen. Konsumen menerima informasi akan produk dari iklan, mulai dari perkenalan produk, informasi tata cara pemakaian, serta pelayanan purna jual sebisa mungkin dikomunikasikan oleh perusahaan melalui iklan. Strategi ini merupakan nilai tambah bagi konsumen, karena konsumen yang awalnya tidak tahu menjadi mengerti dan paham tentang produk tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa iklan memberi informasi kepada konsumen sebelum membeli suatu produk.





BAB III
PEMBAHASAN

3.1       Bentuk Persaingan Produsen dan Pilihan Masyarakat  
Perilaku konsumen dalam melakukan konsumsi didasari pada pilihan untuk mendapatkan kepuasan yang paling optimum (consumer choise to maximum utility). Pilihan konsumen ini tentu saja akan berdampak pada perusahaan sebagai penyedian barang kebutuhan dan keinginan konsumen tersebut, oleh karenanya sebagaimana halnya konsumen yang selalu ingin memuaskan kebutuhannya dengan cara yang paling efesien (mendapatkan kebutuhannya dengan harga yang murah dan mendapatkan dalam jumlah yang banyak), maka produsen juga berusaha memuaskan kebutuhannya dengan cara menghasilkan barang dengan biaya yang dianggap paling murah atau biaya yang paling efisien.
Yang dimaksud dengan produksi atau memproduksi adalah suatu usaha atau kegiatan untuk menambah kegunaan (nilai guna) suatu barang. Kegunaan suatu barang akan bertambah bila memberikan manfaat baru atau lebih dari bentuk semula. Untuk memproduksi  dibutuhkan faktor-faktor produksi yaitu alat atau sarana untuk melakukan proses produksi. Faktor-faktor produksi yang dimaksud dalam ilmu ekonomi adalah Manusia(tenaga kerja = TK), Modal (uang atau alat modal seperti mesin = M), SDA (tanah =T) dan skill (teknologi = T).
Para ahli ekonomi mendefinisikan produksi sebagai menghasilkan kekayaan melalui eksploitasi manusia terhadap sumber-sumber kekayaan lingkungan, atau bila kita artikan secara konvensional, produksi adalah proses menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber daya yang ada. Produksi tidak berarti menciptakan secara fisik sesuatu yang tidak ada, karena tidak seorang pun yang dapat menciptakan benda. Oleh karenanya dalam pengertian ahli ekonomi, yang dapat dikerjakan manusia hanyalah membuat barang-barang menjadi berguna.
            Kegiatan produksi adalah salah satu bagian dari beberapa kegiatan perusahaan disamping kegiatan personalia, keuangan, dan pemasaran. Keempat kegiatan perusahaan tersebut tidak dapat dipisahkan karena merupakan suatu kesatuan yang menjadikan perusahaan berhasil, maju, dan berkembang. Kegiatan produksi atau fungsi produksi, pelaksanaan maupun pencapaian tujuan bagi produksi menjadi tanggung jawab manajer produksi.
            Sebagai seorang produsen, tentu telah mengetahui bahwa terdapat rintangan-rintangan dalam melakukan produksi, pendistribusian produk, dan persaingan pemasaran produk. Hal seperti ini sudah menjadi hal yang biasa bagi seorang produsen, sehingga secara keseluruhan produsen mengetahui dengan pasti resiko dan hambatan-hambatan yang akan dilalui dalam memproduksi dan memasarkan suatu produk serta cara penyelesaiannya. Tetapi rintangan atau tantangan terberat bagi seorang produsen adalah persaingan pasar dalam pemasaran produk. Terkadang pasar menjual produk-produk yang serupa sehingga masyarakat sebagai konsumen menentukan pilihan mereka berdasarkan dua faktor, yaitu kualitas dan harga. Sementara itu berdasarkan pengamatan terdahulu, konsumen cenderung lebih memilih kepada produk-produk yang murah dibandingkan produk yang berkualitas. Hal ini dikarenakan produk berkualitas memasang harga yang sangat tinggi, sedangkan produk murah memasang harga yang rendah dengan kualitas yang baik atau dapat dikatakan produk murah sangat pas dengan kondisi ekonomi masyarakat indonesia yang umumnya rendah.
3.2       Upaya Mengatasi Persaingan Pasar           
Dalam mengatasi hal ini produsen harus memiliki perencanaan produksi yang matang. Perencanaan produksi adalah proses kegiatan penelitian dan pengembangan produk baru maupun produk lama yang nanti akan atau telah diproduksi suatu perusahaan atau produsen. Penelitian ini mengenai produk apa yang digemari, bagaimana kemasannya yang menarik, dan produk apa saja yang disukai, sedangkan pengembangannya adalah kegiatan perusahaan atau produsen  untuk mengembangkan produk lama agar lebih menarik lagi dan mempunyai kegunaan yang bertambah dari produk semula. Tujuan perencanaan produk berarti secara garis besar merencanakan bagaimana tindakan yang akan dilakukan untuk memproduksikan produk baru yang laku dijual dan bagaimana jika produk lama telah mencapai tahap kejenuhan sehingga perlu dikaji lebih lanjut agar laku dijual di pasar.
            Perencanaan produk dilakukan di dua tempat yaitu perencanaan produk yang dilakukan dengan meneliti lapangan (survei pasar dan konsumen) baru kemudian perencanaan produk tersebut dimatangkan di laboratorium. Dengan meneliti lapangan diharapkan perusahaan atau produsen sudah menggunakan secara kasar tentang keadaan pasar, segmen pasar, manfaat produk, bentuknya, kualitas, dan warna yang disukai konsumen. Kemudian dari data-data yang diperoleh di lapangan diteliti dan dikembangkan di laboratorium sehingga tercipta produk baru.
            Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan produk adalah sebagai berikut:
1.                  Manfaat produk bagi konsumen,
2.                  Permintaan pasar,
3.                  Potensi pasar,
4.                  Kemungkinan pengembangan produk di masa yang akan datang,
5.                  Kekuatan persaingan, dan sebagainya.
Selain faktor perencanaan,  faktor pengendalian produksi dan kualitas juga sangat berperan dalam mengatasi persaingan pasar khususnya dalam hal produk. Pengendalian produksi adalah berbagai kegiatan dan metoda yang digunakan oleh manajemen perusahaan untuk mengelola, mengatur, mengkoordinir dan mengarahkan proses produksi (peralatan, bahan baku, mesin, dan tenaga kerja) kedalam suatu arus aliran yang memberikan hasil dengan jumlah biaya yang seminimum mungkin dan waktu yang secepat mungkin.
Pengendalian produksi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu order control dan flow control. Order control yaitu perusahaan yang beroprasi berdasarkan pesanan dari konsumen sehingga kegiatan oprasionalnya juga tergantung pada pesanan tersebut. Sedangkan flow control adalah perusahaan yang beroprasi untuk menghasilkan produk standar sehingga sebagian produk merupakan produk untuk persediaan dalam jumlah yang besar. Pengendalian produksi antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain berbeda-beda disesuaikan dengan jenis barang atau produk yang diproduksi oleh setiap perusahaan.
Terdapat lima tahap pengendalian produksi, yaitu:
1.                  Production forecasting
Production forecasting adalah peramalan produksi untuk mengetahui jumlah dan manfaat produksi yang akan dibuat dimasa yang akan datang, sehingga jika terjadi penyimpangan akan cepat diadakan penyesuaian produksi dimasa yang akan datang. 
Dengan melaksanakan peramalan produksi, perusahaan dapat menyusun anggaran operasionalnya untuk pedoman kerja, penggunaan kapasitas produksi yang semaksimal mungkin, menstabilisasi kesempatan kerja karena terdapatnya kestabilan dan kepastian jumlah produksi dimasa yang akan datang.
2.                  Routing
Routing adalah kegiatan untuk menentukan urutan-urutan proses dan penggunaan alat produksinya dari bahan mentah sampai menjadi produk akhir,  sehingga sebelum produksi dimulai masalah sudah tercantum pada rout sheet.
3.                  Schedulling
Schedulling adalah kegiatan untuk membuat jadwal proses produksi sebagai satu kesatuan dari awal proses sampai selesainya proses produksi. Schedulling ini dilalsanakan untuk mengetahui berapa waktu yang dibutuhkan setiap pemrosesan sesuai dengan urutan-urutan routenya.
4.                  Dipatching
Dipatching adalah suatu proses untuk pemberian perintah dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan routing dan schedulling yang telah dibuat.
5.                  Follow up
Follow up adalah kegiatan untuk menghilangkan terjadinya penundaan/keterlambatan kerja yang mendorong terkoordinasi pelaksanaan kerja.
Selain pengendalian produksi, terdapat pula pengendalian kualitas yang sebenarnya pengendalian ini juga berkaitan dengan pengendalian yang lain.  Pengendalian kualitas atau quality control adalah suatu proses untuk menentukan barang-barang yang rusak dan diusahakan dikurangi serta mempertahankan barang-barang yang sudah baik kemudian mengontrol agar hasil produksi diwaktu yang akan datang tidak lagi mengalami penurunan kualitas atau kerusakan.
Untuk menentukan apakah barang tersebut rusak atau lebih baik mutunya, perusahaan biasanya menentukan produk standar. Dengan demikian pengendalian kualitas itu dilakukan sejak awal proses, barang dalam proses sampai barang jadi sehingga sejak awal perusahaan dapat menelusuri pada tahap proses mana yang menyebabkan terjadinya kerusakan barang. Jika pengendalian proses baik maka perusahaan akan bergantung karena mempunyai andil dalam meminimumkan biaya proses produksi secara keseluruhan.
Pengendalian kualitas baik untuk proses produksi yang berlangsung secara terus-menerus ataupun proses produksi yang terputus-putus relatif sama, dimana didalamnya mempunyai kegiatan sebagai berikut:
·                     Menentukan standar kualitas baik dalam hal ukuran, daya tahan, warna, bentuk, harga, dan sebagainya dengan memakai peralatan yang standar.
·                     Mencari pemeriksa atau controler yang mempunyai kecakapan yang dibutuhkan baik mengenai pemakaian peralatannya maupun pemeliharaannya.
·                     Tujuan pengendalian kualitas adalah untuk meminimumkan biaya proses produksi sehingga dananya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih produktif.

Kedua strategi untuk mengatasi persaingan pasar diatas jika dilakukan oleh suatu perusahaan secara baik dan benar, maka dapat dipastikan produk yang dijual akan laku di pasar, karena barang yang diproduksi sesuai dengan selera pasar dan kegiatan produksinya dilakukan secara terstruktur sehingga pembuatan suatu produk tidak memakan biaya yang besar, atau dengan kata lain perusahaan atau produsen dapat memproduksi produk secara efektif dan efisien.
Untuk menambah jangkauan pasar atau menambah konsumen, perusahaan atau  produsen harus membuat promosi agar konsumen yang belum mengetahui adanya suatu produk ini pada akhirnya mengetahui dan berkeinginan untuk menmbeli dan menggunakan produk tersebut.
Promosi adalah merupakan salah satu variabel marketing mix yang digunakan oleh perusahaan untuk mengadakan komunikasi dengan pasarnya.[4] Promosi juga sering dikatakan sebagai “proses berlanjut” karena dapat menimbulkan rangkaian kegiatan selanjutnya dari perusahaan. Oleh karena itu promosi dipandang sebagai arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran.
Salah satu kegiatan yang promosi yang banyak dilakukan oleh perusahaan atau produsen suatu produk adalah periklanan. Periklanan adalah komunikasi non-individu dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non-laba, serta individu-individu. Dalam periklanan ini, pihak yang memasang iklan (sponsor) harus mengeluarkan sejumlah biaya atas pemasangan iklan pada media.
Selain menjual atau meningkatkan penjualan barang, periklanan juga memiliki tujuan lain, yaitu mendukung program personal selling dan kegiatan promosi yang lain, mencapai orang-orang yang tidak dapat dicapai oleh salesman dalam jangka waktu tertentu, mengadakan hubungan dengan para penyalur, dan memasuki daerah pemasaran baru atau menarik pelanggan/konsumen baru.
Periklanan dapat digolongkan menjadi dua, yakni periklanan barang dan periklanan kelembagaan. Periklanan barang atau product advertising dilakukan dengan menyatakan kepada pasar tentang produk yang ditawarkan. Sedangkan periklanan kelembagaan atau institutional advertising dilakukan untuk menimbulkan rasa simpati terhadap penjual dan ditujukan untuk menciptakan goodwill kepada perusahaan. Jadi periklanan ini lebih menitik-beratkan pada nama penjual atau perusahaannya.
Pemilihan jenis media yang akan digunakan juga merupakan salah satu keputusan penting bagi sponsor. Setiap media juga memiliki ciri-ciri tersendiri yang berbeda. Jenis-jenis media tersebut adalah surat kabar, majalah, radio, televisi, dan pos langsung.









BAB IV
PENUTUP

4.1       Simpulan       
Karya tulis ini membahas tentang persaingan pasar antara produsen  produk berkualitas dengan produsen produk murah dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat sebagai konsumen. Dari pembahasan diatas, dapat ditarik beberapa kesimpulan, antara lain:
·                    Persaingan yang terdapat didalam pasar adalah dimana produsen suatu produk bersaing dengan produsen produk lain yang sejenis tetapi berbeda kualitas dan harga barangnya. Persaingan ini mengenai produk yang mana yang lebih disukai  dan di konsumsi oleh konsumen.
·                    Berdasarkan hasil penelitian terdahulu dan pantauan secara umum, konsumen lebih menyukai produk yang murah karena produk murah sesuai dengan tingkat kemampuan atau daya beli masyarakat Indonesia. Tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa konsumen sebenarnya mencari dan menyukai produk berkualitas, namun produk berkualitas yang beredar di pasar memasang harga tinggi, sehingga produk tersebut jarang di konsumsi masyarakat sebagai konsumen.
·                    Produsen jika ingin memenangkan persaingan pasar, harus memiliki beberapa strategi penting. Strategi tersebut adalah perencanaan produksi, pengendalian produksi dan kualitas, dan promosi. Strategi-strategi tersebut membuat produsen dapat membuat suatu produk yang nantinya bila dipasarkan akan laku dan disukai konsumen. Strategi tersebut juga membuat produsen dapat meminimalkan biaya produksi tetapi menghasilkan produk yang dapat mengimbangi produk berkualitas yang berharga mahal.
4.2       Saran
            Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dalam karya tulis ini, maka diajukan saran-saran sebagai berikut :
·                     Sebagai seorang produsen yang ingin maju dan maka mereka harus berusaha, belajar dari pengalaman-pengalaman, serta tidak takut terhadap kegagalan.
·                     Produsen harus mencari peluang pasar terbesar. Peluang pasar disini berarti sebuah peluang yang tingkat konsumsinya tinggi tetapi tingkat produksinya rendah. Keadaan ini sangat menguntungkan produsen.
·                     Produsen juga harus mampu berinovasi dengan produknya. Dengan menciptakan sebuah produk baru yang berbeda dari yang lain dapat menguntungkan produsen karena konsumen menyukai juga barang-barang yang unik dan berbeda dari yang lain.
·                     Selain itu, penetapan harga barang dan promosi juga sangat berpengaruh dalam penjualan. Harga yang minim dengan barang dengan kualitas yang tidak kalah dengan barang-barang yang harga nya tinggi sangat disukai oleh konsumen. Dan untuk mensosialisasikan produk yang dibuat adalah dengan promosi. Promosi yang dilakukan harus mencerminkan bahwa produk yang dipromosikan merupakan produk unggulan dengan harga yang sesuai dengan daya beli konsumen.


DAFTAR PUSTAKA

Basu Swastha dan Ibnu Sukotjo. 1993. Pengantar Bisnis Modern (Pengantar Ekonomi Perusahaan Modern), Edisi ketiga. Yogyakarta: Liberti.
Made, Novandri. 2010. Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Harga, dan Iklan Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Yamaha Pada Harpindo Jaya Cabang Ngaliyan. Semarang: Skripsi FE Undip.
Sadono, Sukirno. 2005. Mikro Ekonomi Teori Pengantar, Edisi ketiga. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Wikipedia. 2012. “Perilaku Konsumen”. Blog Manajemen. www.id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen. Di akses pada 28 Juni 2012.
Wikipedia. 2012. “Konsumen”. Blog Manajemen. www.id.wikipedia.org/Konsumen. di akses pada 28 Juni 2012.

Indah F. “Pengertian, Arti dan Definisi Pasar”. Blog Ekonomi.  http://carapedia.com/pengertian_arti_definisi_pasar_info2000.html. di akses pada 28 Juni 2012.

Mentari Indah Permata Sari. 2012.”Pengertian produksi dan Macam-Macam Pasar  Monopoli, Oligopoli, dan Persaingan Sempurna. Blog Manajemen. http://mentari-indah.blogspot.com/2012/04/pengertian-produksi-dan-macam-macam.html. di akses pada 28 Juni 2012.




[1] UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, Direktorat Perlindungan Konsumen Republik Indonesia

[2] Duncan, Tom. 2005. Principles of Advertising & IMC, Second Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 5
[3] Sadono Sukirno, Mikro Ekonomi Teori Pengantar (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2005) hlm. 153
[4] Basu Swastha dan Ibnu Sukotjo, Pengantar Bisnis Modern (Yogyakarta: Liberty, 1993) hlm. 222

Tidak ada komentar:

Posting Komentar