KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselesainya makalah
yang berjudul “Manusia, Pandangan Hidup, Tanggung Jawab, Kegelisahan, dan
Harapan”.
Proses terselesainya makalah ini
melibatkan semua anggota kelompok dan rekan – rekan yang telah membantu. Oleh
karena itu kami ucapkan terimakasih banyak kepada semua pihak yang telah
terlibat dalam terselesaikannya makalah ini. Dan tak lupa juga kami ucapkan
kepada dosen mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar Ibu Sri Pudjawati yang
senantiasa membimbing kami.
Kami menyadari bahwa makalah yang
kami buat ini masih banyak kekurangan. Untuk itu kami mohon maaf atas
kekurangan makalah ini dan kami juga menunggu kritik dan saran dari semua pihak
agar selanjutnya kami dapat membuat makalah yang lebih baik lagi.
Bogor, Juni 2012
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR ....................................................... 1
DAFTAR
ISI ....................................................... 2
BAB
I
A. Latar Belakang ........................................................ 3
BAB
II
A. Manusia dan
Pandangan Hidup ........................................................ 4
B. Manusia dan Tanggung
Jawab ........................................................ 9
C. Manusia dan
Kegelisahan ........................................................ 11
D. Manusia dan Harapan ........................................................ 15
BAB
III
A. Soal-soal
dan Jawaban ........................................................ 17
DAFTAR
PUSTAKA ........................................................ 20
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Manusia dan kehidupannya sangat rumit dan
kompleks. Terkadang manusia dihadapkan pada situasi-situasi yang tidak pernah
ia bayangkan sebelumnya. Manusia pada umumnya akan memiliki sebuah pandangan
hidup, tanggung jawab, rasa gelisah, serta harapa-harapan yang sebenarnya itu
semua merupakan jalan hidup kita yang secara umum orang lain memiliki hal yang
sama dan melakukan hal yang sama.
Makalah ini sebenarnya dimaksud untuk
mengetahui tentang manusia beserta hal-hal yang menjadi bagian dari hidupnya.
Khususnya mengenai pandangan hidup, tanggung jawab, kegelisahan, dan harapan.
BAB II
MATERI
A.
MANUSIA
DAN PANDANGAN HIDUP
A. Hakikat Manusia
Dalam pikiran dan perasaan manusia,
ada beberapa faktor penting yang harus menjadikan manusia sebagai makhluk yang
berakal, yakni :
1. Pandangan Hidup
Pandangan Hidup merupakan suatu dasar atau landasan
untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat
bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua perbuatan,
tingkah laku dan aturan serta undang-undang harus merupakan pancaran dari
pandangan hidup yang telah dirumuskan.
Pandangan hidup sering disebut
filsafat hidup. Filsafat berarti cinta akan kebenaran, sedangkan kebenaran
dapat dicapai oleh siapa saja. Hal inilah yang mengakibatkan pandangan hidup
itu perlu dimiliki oleh semua orang dan semua golongan.
Setiap orang, baik dari tingkatan
yang paling rendah sampai dengan tingkatan yang paling tinggi, mempunyai
cita-cita hidup. Hanya kadar cita-citanya sajalah yang berbeda. Bagi orang yang
kurang kuat imannya ataupun kurang luas wawasannya, apabila gagal mencapai
cita-cita, tindakannya biasanya mengarah pada hal-hal yang bersifat negative.
Disinilah peranan pandangan hidup seseorang. Pandangan hidup yang teguh merupakan pelindung seseorang.
Dengan memegang teguh pandangan hidup yang diyakini, seseorang tidak akan
bertindak sesuka hatinya. Ia tidak akan gegabah bila menghadapi masalah,
hambatan, tantangan dan gangguan, serta kesulitan yang dihadapinya.
Biasanya orang akan selalu ingat,
taat, kepada Sang Pencipta bila sedang dirudung kesusahan. Namun, bila manusia
sedang dalam keadaan senang, bahagia, serta kecukupan, mereka lupa akan pandangan hidup yang diikutinya dan berkurang rasa pengabdiannya
kepada Sang Pencipta. Hal ini
disebabkan oleh beberapa factor, antara lain :
- Kurangnya penghayatan pandangan hidup yang diyakini.
- Kurangnya keyakinan pandangan hidupnya.
- Kurang memahami nilai dan tuntutan yang terkandung dalam pandangan hidupnya.
- Kurang mampu mengatasi keadaan sehingga lupa pada tuntutan hidup yang ada dalam pandangan hidupnya.
- Atau sengaja melupakannya demi kebutuhan diri sendiri.
Pandangan hidup tidak sama dengan cita-cita. Sekalipun demikian, pandangan
hiup erat sekali kaitannya dengan cita-cita. Pandangan hidup merupakan bagian
dari hidup manusia yang dapat mencerminkan cita-cita atau aspirasi seseorang dan sekelompok
orang atau masyarakat.
Pandangan hidup
merupakan sesuatu yang sulit untuk dikatakan, sebab kadang-kadang pandangan
hidup hanya merupakan suatu idealisme belaka yang mengikuti kebiasaan berpikir
didalam masyarakat. Manuel Kaisiepo (1982) dan Abdurrahman Wahid (1985) berpendapat bahwa
pandangan hidup itu bersifat elastis. Maksudnya bergantung pada situasi dan
kondisi serta tidak selamanya bersifat positif.
Pandangan hidup yang sudah diterima oleh sekelompok orang biasanya digunakan sebagai
pendukung suatu organisasi disebut ideology. Pandangan hidup dapat menjadi
pegangan, bimbingan, tuntutan seseorang ataupun masyarakat dalam menempuh jalan
hidupnya menuju tujuan akhir.
2. Cita-Cita
Pandangan hidup terdiri atas
cita-cita, kebajikan dan sikap hidup. Cita-cita, kebajikan dan sikap
hidup itu tak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Dalam kehidupannya
manusia tidak dapat melepas diri dari cita-cita, kebajikan dan sikap hidup itu.
Orang tua selalu menimang-nimang anaknya sejak masih bayi agar menjadi dokter,
insinyur, dan sebagainya. Ini berarti bahwa sejak anaknya lahir, bahkan
sejak dalam kandungan, orang tua telah berangan-angan agar anaknya itu
mempunyai jabatan atau profesi yang biasanya tak tercapai oleh orang tuanya.
Selain dari itu, pada setiap kelahiran bayi, do’a yang di ucapkan oleh
family atau handai taulan biasanya berbunyi : “ Semoga kelak menjadi orang yang
berguna bagi nusa, bangsa, agama, dan berbakti kepada orang tua.
Karena itu wajarlah apabila cita-cita, kebajikan, dan pandangan hidup
merupakan bagian hidup manusia. Tidak ada orang hidup tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan,
dan tanpa sikap hidup. Sudah tentu kadar atau tingkat cita-cita, kebajikan, dan
sikap hidup itu berbeda-beda bergantung kepada pendidikan, pergaulan, dan
lingkungan masing-masing.
Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam
hati. Cita-cita sering kali diartikan sebagai angan-angan, keinginan, kemauan,
niat atau harapan. Cita-cita itu penting bagi manusia, karena
adanya cita-cita menandakan kedinamikan manusia.
Ada tiga kategori keadaan hati seseorang yakni lunak,
keras,dan lemah, seperti :
- Orang yang
berhati keras, biasanya tak berhenti berusaha sebelum cita-citanya tercapai. Ia
tidak menghiraukan rintangan, tantangan, dan segala esulitan yang dihadapinya.
Orang yang berhati keras biasanya juga mencapai hasil yang gemilang dan sukses
hidupnya.
- Orang
berhati lunak biasanya dalam usaha mencapai cita-citanya menyesuaikan diri
dengan situasi dan kondisi. Namun ia tetap berusaha
mencapai cita-cita itu. Karena, biarpun lambat ia akan berhasil juga mencapai
cita-citanya.
- Orang yang berhati lemah biasanya mudah terpengaruh oleh situasi dan
kondisi. Bila menghadapi kesulitan cepat-cepat ia berganti haluan dan berganti
keinginan.
3. Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan pada hakikatnya adalah perbuatan
moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama atau etika. Manusia
berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik dan makhluk bermoral.
Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik. Untuk melihat apa
itu kebajikan, kita harus melihat dari tiga segi, yaitu :
- Manusia sebagai pribadi, Yang menentukan baik-buruknya adalah suara hati. Suara hati itu semacam bisikan dalam hati untuk menimbang perbuatan baik atau tidak. Jadi suara hati itu merupakan hakim terhadap diri sendiri. Suara hati sebenarnya telah memilih yang baik, namun manusia seringkali tidak mau mendengarkan.
- Manusia sebagai anggota masyarakat, Yang menentukan baik-buruknya adalah suara hati masyarakat. Suara hati manusia adalah baik, tetapi belum tentu suara hati masyarakat menganggap baik. Sebagai anggota masyarakat, manusia tidak dapat membebaskan diri dari kemasyarakatan.
- Manusia sebagai makhluk tuhan, manusia pun harus mendengarkan suara hati Tuhan. Suara Tuhan selalu membisikkan agar manusia berbuat baik dan mengelakkan perbuatan yang tidak baik. Jadi, untuk mengukur perbuatan baik dan buruk, harus kita dengar pula suara Tuhan atau Kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan berbentuk Hukum Tuhan atau Hukum agama.
Jadi, kebajikan itu adalah perbuatan
yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat, dan Hukum Tuhan.
Kebajikan berarti berkata sopan, santun, berbahasa baik, bertingkah laku baik,
ramah-tamah terhadap siapapun, berpakaian sopan agar tidak merangsang bagi yang
melihatnya.
Namun ada pula kebajikan semu, yaitu
kejahatan yang berselubung kebajikan. Kebajikan semu ini sangat berbahaya,
karena pelakunya orang-orang munafik yang bermaksud mencari keuntungan diri
sendiri.
4. Sikap Hidup
Sikap hidup ialah keadaan hati dalam
menghadapi hidup ini. Apakah kita mempunyai sikap yang positif atau yang
negatif. Apakah kita mempunyai sikap optimis atau pesimis? Atau apakah kita
mempunyai sikap yang apatis?.
Sikap itu ada didalam hati kita dan hanya kitalah yang tahu.orang lain
hanya baru tahu setelah kita bertindak. Sikap itu penting, setiap manusia mempunyai sikap dan
sudah tentu tiap-tiap orang berbeda sikapnya. Sikap dapat dibentuk sesuai
kemauan yang membentuknya.
Sikap dapat juga berubah karena situasi, kondisi, dan lingkungan. Dalam
menghadapi kehidupan, manusia selalu menghadapi manusia lain atau menghadapi sekelompok manusia. Ada
beberapa sikap etis dan non etis. Sikap etis disebut juga sikap
positif, dan sikap non etis disebut juga sikap negatif.
Ada tujuh sikap etis, yaitu :
1) sikap lincah - sikap arif
2) sikap rendah hati - sikap berani
3) sikap tenang - sikap halus
4) dan sikap bangga
Sikap non
etis atau sikap negatif, yaitu :
1) sikap kaku - sikap takut
2) sikap gugup - sikap kasar
3) sikap angkuh - sikap dan sikap rendah diri
Sikap-sikap ini harus dijauhkan dari
diri pribadi-pribadi., karena sangat merugikan baik bagi pribadi masing-masing
maupun bagi kemajuan bangsa.
B. Manusia Dan Pandangan Hidup
Akal dan budi sebagai milik manusia
ternyata membawaciri tersendiri akan diri manusia itu. Sebab akal dan budi
mengakibatkan manusia memiliki keunggulan dibandingkan dengan makhluk lainnya.
Satu diantar keunggulan manusia tersebut ialah pandangan hidup. Disatu pihak
manusia menyadari bahwa dirinya lemah, dipihak lain menusia menyadari
kehidupannya lebih kompleks.
Kesadaran akan kelemahan
dirinya memaksa manusia mencari kekuatan diluar dirinya. Dengan kekuatan ini
manusia berharap dapat terlindung dari ancaman-ancaman yang selalu mengintai
dirinya, baik yang fisik maupun non fisik. Seperti penyakit, bencana alam,
kegelisahan, ketakutan, dan sebagainya.
Selain itu manusia sadar pula bahwa kehidupannya itu lain bila dibandingkan
dengan kehidupan makhluk lain. Sadar pula bahwa dibalik kehidupan ini ada kehidupan lain
yang diyakini lebih abadi. Lebih yakin lagi bahwa kehidupan lain itu bahkan
merupakan kehidupan yang sesungguhnya.
Disana setiap manusia akan mempertanggung jawabkan apa yang dilakukan
selama hidup didunia. Manusia tahu benar bahwa baik dan buruk itu akan memperoleh
perhitungan, maka manusia akan selalu mencari sesuatu yang dapat menuntunnya
kearah kebaikan dan menjauhkan diri dari keburukan.
Akhirnya manusia menemukan apa yang disebut “ sesuatu dan kekuatan
diluar dirinya “. Ternyata keduanya adalah “ Agama dan Tuhan
“. Dengan demikian bahwa pandangan hidup merupakan masalah yang asasi
bagi manusia. Sayangnya tidak semua manusia yang memahaminya, sehingga banyak
orang yang memeluk suatu agama semata-mata atas dasar keturunan. Akibatnya
banyak orang yang beragama hanya pada lahirnya saja dan tidak sampai batinnya.
Atau yang sering dikenal dengan agama KTP. Padahal urusan agama adalah urusan
akal, seperti dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam satu
hadistnya : Agama adalah akal, tidak ada agama bagi orang-orang yang
tidak berakal.”
Maksud Nabi Muhammad SAW tersebut ialah agar manusia dalam memilih suatu agama
benar-benar berdasarkan pertimbangan akalnya, dan bukan semata-mata karena asas
keturunan. Hal ini ditegaskan oleh firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah
ayat-236 yang artinya :
“ Tidak ada paksaan untuk memasuki sesuatu agama, sesungguhnya telah
jelas antara jalan (agama) yang benar dan jalan (agama) yang salah.”
Ternyata, pandangan hidup sangat penting. Baik untuk kehidupan sekarang
maupun kehidupan di akhirat. Dan sudah sepantasnya setiap manusia memilikinya.
Maka pilihan pandangan hidup harus betul-betul berdasarkan pilihan akal bukan
sekedar ikut-ikutan saja.
Perlu kita sadari bahwa baik Tuhan maupun agama bagi kita adalah suatu
kebutuhan. Bukan kebutuhan sesaat seperti makan, minum, tidur, dan sebagainya.
Melainkan kebutuhan yang terus menerus dan abadi. Sebab setiap saat kita
memerlukan perlindungan Allah SWT dan petunjuk agama sampai diakhir nanti.
Firman Allah SWT :
Yang artinya :
“ Kamilah pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat ; didalamnya kamu
memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh pula apa yang kamu minta.” (QS.Fushilat : 31).
B.
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
1.
Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung
jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang
disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab berarti juga berbuat
sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Seseorang
mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas
segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain.
Tanggung
jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Untuk memperoleh atau
meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui
pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.
Macam-macam Tanggung Jawab
a. Tanggung
jawab terhadap diri sendiri
Manusia
dituntut untuk memenuhi kewajibannya sendiri agar dapat memecahkan
masalah-masalahnya sendiri.
b. Tanggung
jawab terhadap keluarga
Keluarga
terdiri dari suami-istri, ayah-ibu, anak-anak, dan orang lain yang menjadi
anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada
keluarga, misalnya seorang ayah bertanggung jawab mencari nafkah untuk
keluarga.
c. Tanggung
jawab terhadap masyarakat
Manusia
merupakan anggota masyarakat yang mempunyai tanggung jawab seperti anggota
masyarakat lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut.
Misalnya dalam suatu daerah, seseorang ikut serta dalam susunan RT. Maka ia
harus dapat menjaga amanah dari warga setempat.
d. Tanggung
jawab kepada bangsa/negara
Dalam
berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku, manusia terikat oleh norma-norma
atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara.Misalnya bila melanggar aturan lalu
lintas, maka harus berurusan dengan pihak polisi lalu lintas.
e. Tanggung
jawab terhadap Tuhan
Untuk
mengisi kehidupannya, manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan
sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang
dituangkan dalam kitab suci. Sanksi dari pelanggaran hukum-hukum Tuhan
diberikan langsung oleh Tuhan.
3.
Pengabdian dan Pengorbanan
Wujud
tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan.
a.
Pengabdian
Pengabdian
adalah perbuatan, baik yang berupa pikiran, pendapat, ataupun tenaga sebagai
perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan sema
itu dilakukan dengan ikhlas.
b.
Pengorbanan
Pengorbanan
berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Oleh karena itu, pengorbanan
mengandung unsur ikhlas.
Pengorbanan
merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda,
pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya.
Pengorbanan
lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu. Pengabdian lebih banyak
menunjuk kepada perbuatan.
C.
MANUSIA DAN
KEGELISAHAN
Kegelisahan
berasal dari kata gelisah yang beraru tidak tenteram hatinya selalu merasa
khawatir , tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal
yang menggambarkan seseorang tidak tentram hari maupun perbuatannya, merasa
khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya tidak sabar ataupun dalam
kecemasa.
Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu gejala tingkah laku atau gerak gerik tersebut muknya lain dari bisasanya mialnya berjalan mondar mandir dalam ruangan tertentu sambil menundukkannya kepadalnya memandang jauh kedepan sambil mengepalkan tangannya duduk termenung sambil memegang kepalanya duduk dengan wajah murung atau sayu, malas bicara dan lain lain
Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari keemasan karena itu dalam kehidupn sehari hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan kekhawatiran ataupunk ketakutan definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena hal yang didingainkannya tidak tercapai.
Tiga Macam Kecemasan Yang Menimpa Manusia
Sigmeund freud ahli psikoanalisa berpendapat bawa ada tiga macam kecemasan yang menimpa mansusia yaitu kecemasan kenyataan (objektid) kecemasan neurotic dan kecemasan moril.
Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu gejala tingkah laku atau gerak gerik tersebut muknya lain dari bisasanya mialnya berjalan mondar mandir dalam ruangan tertentu sambil menundukkannya kepadalnya memandang jauh kedepan sambil mengepalkan tangannya duduk termenung sambil memegang kepalanya duduk dengan wajah murung atau sayu, malas bicara dan lain lain
Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari keemasan karena itu dalam kehidupn sehari hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan kekhawatiran ataupunk ketakutan definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena hal yang didingainkannya tidak tercapai.
Tiga Macam Kecemasan Yang Menimpa Manusia
Sigmeund freud ahli psikoanalisa berpendapat bawa ada tiga macam kecemasan yang menimpa mansusia yaitu kecemasan kenyataan (objektid) kecemasan neurotic dan kecemasan moril.
- Kecemasaan Objektif
Kecematan tentang kenyataaan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorangyang mengancam ntuk mencelakaakaknnya pengalaman bahaya mewarisi kecenderungannya untuk menjadi takut kalau berada dekat benda benda tertentu atau keadaan tertentu di lingkungannya.
Sebagai contoh, jika seorang wanita yang pernah trauma dengan kecoa, maka dia akan cenderung takut jika melihat kecoa. Namun ada orang dengan reaksi membalik. Karena ia mendendam maja ua berusaha selalu untuk ganti berbuat kejam sebagi pelampiasannya. Misalnya seperti ayng ada di Film Forbidden Party, a.k.a Invitation only. - Kecemasan Nerotis (Syaraf)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya yang naluriah. menurut Sugmund Freud kecemasan ini dibagi menjadi tiga macam.
Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan kecemasan timbul karena orang itu takut akan bayangannya sendiri atau takut akan id nya sendiri, sehingga menekan dan menguasai ego. Kecemasan semacam ini menjadi sifat dari seorang yang gelusan , yang selalu mengira bahwa sesuatu yang hebat terjaid. - Kecemasaan Moril
Kecemasan moril sidebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam macam emosi antara lain: iri, benci dendam dengki dan marah gelisah cinta dan rasa kurnag percaya diri.
Misalnya seseorang yang merasa dirinya kurang canntik maka dalam pergaulannya ia terbatas kalau tidak tersisihkan sementara itu ia pun tidak berprestasi dalam berbagai kegiatan segingga kawan kawannya lebih diniliai sebagai lawan. Ketidakmampuannya menimbulakan kecemasan moril
Sebab-sebab
Orang Gelisah
- Gelisah terhadap dosa-dosa dan pelanggaran ( yang telah dilakukan )
- Gelisah terhadap hasil kerja ( tidak memenuhi kepuasan spiritual)
- Takut akan kehilangan milik ( harta dan jabatan )
- Takut menghadapi keadaan masa depan ( yang tidak disukai )
Usaha-usaha
Mengatasi Kegelisahan
Usaha-usaha yang dapat kita lakukan untuk mengatasi kegelisahan ini peratama-tama harus mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga kesulitan dapat kita atasi. Sedangkan cara yang paling ampuh untuk mengatasi kegelisahan adalah dengan berserah diri kepada Tuhan.
Keterasingan
Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu dalah dari kata dasar terasing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain atau terpencil. Jadi kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. Penyebab orang berada dalam posisi terasingkan adalah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat atau kekurangan yang ada pada diri seseorang , sehingga ia dapat atau sulit menyesuaikan diridalam masyarakat.
Kesepian
Kesepian berasal da
ri kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian. Karena kesepian bagian hidup manusia, lama rasa sepi itu bergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya.
Penyebab Kesepian
Menurut Middlebrook (1980), ada dua faktor penyebab dari kesepian, yaitu :
Usaha-usaha yang dapat kita lakukan untuk mengatasi kegelisahan ini peratama-tama harus mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga kesulitan dapat kita atasi. Sedangkan cara yang paling ampuh untuk mengatasi kegelisahan adalah dengan berserah diri kepada Tuhan.
Keterasingan
Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu dalah dari kata dasar terasing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain atau terpencil. Jadi kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. Penyebab orang berada dalam posisi terasingkan adalah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat atau kekurangan yang ada pada diri seseorang , sehingga ia dapat atau sulit menyesuaikan diridalam masyarakat.
Kesepian
Kesepian berasal da
ri kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian. Karena kesepian bagian hidup manusia, lama rasa sepi itu bergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya.
Penyebab Kesepian
Menurut Middlebrook (1980), ada dua faktor penyebab dari kesepian, yaitu :
- Faktor Psikologis
- Existential Loneliness
Kesepian ini
disebabkan oleh kenyataan adanya keterbatasan keberadaan manusia yang
disebabkan oleh terpisahnya seseorang dengan orang-orang lain, sehingga
tidaklah mungkin baginya untuk berbagi perasaan dan pengalamannya dengan orang
lain.
- Pengalaman traumatis hilangnya orang-orang terdekat
Hilangnya
seseorang yang sangat dekat dengan individu secara tiba-tiba tanpa bisa
dihindari seringkali dianggap sebagai penyebab kesepian.
- Kurangnya dukungan dari orang lain
Kesepian
dialami oleh mereka yang merasa tidak sesuai dengan lingkungannya. Mereka yang
mengalami kesepian manganggap diri mereka sebagai orang yang diremehkan dan
ditolak lingkungannya.
- Adanya masalah krisis dalam diri seseorang dan kegagalan
Bila
seseorang merasa harga dirinya terganggu, ia akan menghilangkan semangatnya dan
merasa kosong serta menghindar untuk mengadakan hubungan dengan lingkungannya.
- Kurangnya rasa percaya diri
Meskipun
individu dapar melakukan hubungan sosial dengan baik, namun ia merasa bahwa
lingkungan disekitarnya kurang melibatkannya, sehingga menyebabkan individu
merasa kesepian, ia hanya dapat berhubungan sosial secara formalitas saja.
- Kepribadian yang tidak sesuai dengan lingkungan
Orang-orang
yang menjengkelkan, seperti pemarah, terlalu patuh dan tidak mempunyai
kemampuan bersosialisasi akan dihindari dari lingkungannya, sehingga mereka
merasa kesepian.
- Ketakutan untuk menanggung resiko sosial
Individu ini
takut terlalu dekat dengan orang lain, bercerita banyak, sehingga mereka yang
kesepian akan melihat kedekatan sosial sebagai sesuatu yang berbahaya dan penuh
resiko.
- Faktor Sosiologis
- Takut dikenal orang lain
Individu
merasa takut dikenal oleh orang lain, sehingga hal tersebut menghilangkan
kesempatannya untuk berhubungan dekat dengan orang lain.
- Nilai-nilai yang berlaku pada lingkungan sosial
Nilai-nilai
yang dianut masyarakat seperti privacy, kesuksesan dapat
menyebabkan seseorang merasa kesepian karena ia merasa terikat oleh nilai-nilai
tersebut.
- Kehidupan di rumah
Rutinitas di
rumah seperti adanya jam makan, keributan di rumah dan kebiasan lainnya juga
akan menyebabkan seseorang merasa kesepian karena kejenuhan.
- Perubahan pola-pola dalam keluarga
Kehadiran
orang lain dalam keluarga akan menyebabkan terganggunya hubungan dengan anggota
keluarga lain.
- Pindah tempat
Seringnya
pindah dari satu tempat ke tempat yang lain menyebabkan seseorang tidak dapat
menjalin hubungan yang akrab dengan orang lain.
- Terlalu besarnya suatu organisasi
Terlalu
banyak orang di sekeliling individu akan menambah perasaan terisolasi. Hal ini
akan membuat individu sulit untuk mengenal satu sama lain.
- Desain arsitektur bangunan
Bentuk
bangunan yang canggih juga berpengaruh terhadap interaksi sosial. Hal ini
mengingat bangunan-bangunan dapat menyebabkan masyarakat menjadi
individualistis di mana interaksi sosial menjadi terbatas.
Sadler (dalam Kirana, 2005) menambahkan bahwa kesepian dapat disebabkan karena lima hal, yaitu :
Sadler (dalam Kirana, 2005) menambahkan bahwa kesepian dapat disebabkan karena lima hal, yaitu :
- Interpersonal Problems
Hal ini
disebabkan karena subjek kehilangan orang-orang terdekatnya atau memutuskan
hubungan dengan orang lain (berpisah atau bercerai).
- Social Shock
Masalah-masalah
sosial seringkali membawa dampak negatif, terutama pada masyarakat perkotaan (urban
society) seperti pengangguran.
- Culture Shock
Setiap
kebutuhan memiliki ciri-ciri khas masing-masing. Ketika individu pindah ke
tempat baru maka perbedaan budaya antara tempat asal dan tempat individu
sekarang dapat menimbulkan masalah-masalah lain, tidak terkecuali kesepian.
- Cosmic Problems
Hal ini
berkaitan dengan eksistensial manusia atas apa yang sesungguhnya diinginkan
dari kehidupan yang dijalaninya.
- Psychological Problems
Masalah-masalah
psikologis merupakan sebab potensial yang dapat menimbulkan kesepian, terutama
bila individu yang bersangkutan tidak mampu menyelesaikan masalah terus-menerus
larut dalam kesedihan.
D.
MANUSIA
DAN HARAPAN
A. Harapan
Setiap
manusia pasti mempunyai harapan. Harapan tersebut tergantung pada
pengalaman, pengetahuan, lingkungan hidup, dan kemampuan
masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada
usaha orang yang mempunyai harapan. Agar harapan terwujud, perlu usaha
dengan sungguh-sungguh. Harapan menyangkut dengan masa depan.
B. Apa sebab
manusia mempunyai harapan?
Menurut
kodaratnya, manusia adalah makhluk sosial. Manusia tidak luput dari
pergaulan hidup.
Dua hal yang
mendorong manusia bergaul dengan manusia lain yaitu:
1. Dorongan
kodrat
Kodrat
adalah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam
diri manusia sejak manusia itu diciptakan Tuhan. Dorongan kodrat
menyebabkan manusia mempunyai keinginan
atau
harapan, misalnya menangis, tertawa, dan sebagainya.
2. Dorongan
kebutuhan hidup
Kebutuhan
hidup secara garis besar dapat dibedakan menjadi kebutuhan jasmani dan
kebutuhan rohani. Kebutuhan jasmani misalnya makan dan minum. Kebutuhan
rohani misalnya ketenangan.
Dengan
adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup maka manusia mempunyai
harapan. Pada hakikatnya harapan adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya.
Menurut
Abrahan Maslow, sesuai dengan kodratnya, harapan manusia atau kebutuhan
manusia itu ialah:
Kelangsungan
hidup (survival)
untuk
melangsungkan hidupnya, manusia membutuhkan sandang, pangan, dan papan.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, manusia sejak kecil telah mulai
belajar. Dengan pengetahuan yang tinggi, harapan memperoleh sandang,
pangan, dan papan yang layak akan terpenuhi.
Keamanan
Setiap orang
membutuhkan keamanan. Rasa aman tidak harus diwujudkan dengan perlindungan
yang nampak, secara moral pun orang lain dapat memberi rasa aman.
Dalam hal ini agama sering merupakan cara memperoleh keamanan moril bagi
pemiliknya.
Hak dan
kewajiban mencintai dan dicintai
Tiap orang
mempunyai hak dan kewajiban. Bila seseorang telah menginjak dewasa, maka
ia merasa
sudah
dewasa, sehingga saatnya mempunyai harapan untuk dicintai dan mencintai.
Pada usia remaja, biasanya terjadi konflik batin pada dirinya dengan
pihak orang tua. Sebab umumnya remaja
mulai
menentang sifat-sifat orang tua yang dianggap tidak sesuai dengan alamnya.
Status
Setiap orang
membutuhkan status. Siapa, untuk apa, mengapa manusia hidup. Manusia tentu
akan
bertanya
status keberadaannya, status dalam keluarga, status dalam masyarakat, dan
status dalam negara. Status itu penting, karena dengan status, orang
tahu siapa dia.
Perwujudan
cita-cita
Selanjutnya
manusia berharap diakui keberadaannya sesuai dengan keahliannya, pangkat,
atau profesinya. PAda saat itu manusia mengembangkan bakat atau
kepandainnya agar diakui kehebatannya.
C. Kepercayaan
Kepercayaan
adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan
kebenaran.
Kebenaran
Kebenaran
atau benar amat penting bagi manusia. Dalam tingkah laku, ucapan,
perbuatan, manusia
selalu
berhati-hati agar mereka tidak menyimpang dari kebenaran. Manusia sadar
jika mereka
menyimpang
dari kebenaran dalam hal-hal tersebut, dapat mencemarkan
namanya. Kebenaran atau benar merupakan kunci kebahagiaan manusia.
Itulah sebabnya manusia selalu berusaha mencari, mempertahankan,
memperjuangkan kebenaran.
D. Berbagai
kepercayaan dan usaha meningkatkannya
Dasar
kepercayaan adalah kebenaran. Kepercayaan dapat dibedakan atas:
Kepercayaan
pada diri sendiri
Percaya pada
diri sendiri hakikatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa.
Kepercayaan
kepada orang lain
Kepercayaan
kepada orang lain sudah tentu percaya terhadap kata hatinya, perbuatan
yang sesuai dengan kata hati, atau terhadap kebenarannya.
Kepercayaan
kepada pemerintah
Manusia
sebagai warga negara percaya kepada pemerintah. Misalnya jangan sedikit-sedikit langsung
menolak dan langsung tidak setuju kepada keputusan pemerintah. Yakinlah
bahwa pemerintah juga punya pertimbangan-pertimbangan agar rakyatnya
sejahtera.
Kepercayaan
kepada Tuhan
Keberadaan
manusia bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan
berarti keyakinan dan pengakuan kebenaran. Kepercayaan itu amat
penting, karena merupaka tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia
dengan Tuhannya. Kepercayaan atau pengakuan akan adanya zat Yang Maha
Tinggi yang menciptakan alam semesta dan isinya merupakan konsekuensi
tiap-tiap umat beragama dalam melakukan pemujaan kepada zat tersebut.
BAB III
SOAL-SOAL DAN JAWABAN
1.
Adakah hubungan antara kesadaran dan tanggung
jawab ?
Ada, tanggung jawab timbul jika ada kesadaran
pada diri manusia untuk memiliki rasa tanggung jawab akan sesuatu yang kita
perbuat. Kesadaran melandasi setiap tingkah laku atau hal-hal yang akan kita
lakukan. Tanpa adanya kesadaran, maka manusia tidak akan melakukan sesuatu yang
baik maupun tidak baik.]
2.
Memiliki sikap hidup bertanggung jawab penting
dalam profesi apapun, kenapa ? berikan contoh !
Sikap hidup bertanggung jawab sangatlah
penting dalam profesi manapun, karena tanpa sikap bertanggung jawab kita tidak
akan bertahan lama dalam suatu profesi, karena kita tidak bertanggung jawab
terhadap tugas-tugas yang kita emban. Jika kita tidak bertanggung jawab, maka
akan melalaikan tugas kita.
Contoh sederhana yaitu, sebagai seorang
penjahit yang sedanng mengerjakan pesanan dari pelanggan, jika dia bertanggung
jawab terhadap tugasnya sebagai seorrang penjahit maka ia akan mengerjakan
pesanan dari pelanggan tersebut. Tetapi jika dia tidak bertanggung jawab
terhadap tugasnya sehingga ia tidak mengerjakan pesanan pelanggan maka ia akan
di protes oleh pelanggan dan ia sebagai seorang penjahit tidak melakukan
tugasnya sebagaimana mestinya dan lari dari tanggung jawab sebagai seorang
penjahit.
3.
Manusia pada dasarnya adalah makhluk bermoral,
tapi apa sebabnya dia berbuat tidak bermoral / salah ?
Yang menyebabkan manusia melakukan hal yang
tidak bermoral adalah hawa nafsu.
4.
Anda seorang mahasiswa, mungkin pernah
melalaikan kewajiban sekaligus menyangkut tanggung jawab. Kesalahan dan
kelalaian yang bagaimanakah itu ?
Sebagai seorang mahasiswa, kesalahan atau
kelalaian yang sering dilakukan mahasiswa adalah ketika seorang dosen
memberikan tugas dan mahasiswa sering tidak mengerjakan tugas yang diberikan
dosen tersebut.
5.
Apa yang menyebabkan manusia gelisah ?
Timbulnya kegelisahan pada diri manusia pada
hakekatnya karena merasa takut akan kehilangan sesuatu, hak, ataupun nama baik.
6.
Bagaimana hubungannya antara kegelisahan dan
tanggung jawab ?
Kegelisahan pada diri manusia berkaitan dengan
masalah tanggung jawab, bila usaha untuk mempertanggungjawabkan sesuatu
mengalami kegagalan atau tidak berhasil manusia akan mengalami depresi, depresi
adalah bentuk dari kegelisahan disamping keterasingan, kesepian, dan ketidak
pastian.
7.
Bagaimana cara mengatasi kegelisahan ?
Usaha-usaha
yang dapat kita lakukan untuk mengatasi kegelisahan ini peratama-tama harus
mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu, yaitu kita harus bersikap tenang.
Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga kesulitan dapat kita
atasi. Sedangkan cara yang paling ampuh untuk mengatasi kegelisahan adalah
dengan berserah diri kepada Tuhan.
8.
Coba sebutkan bentuk-bentuk sikap / tingkah laku
yang menunjukan kegelisahan !
a.
Kecemasan yang timbul akibat penyesuaian diri
dengan lingkungan. Kecemasan ini timbul karena orang itu takut akan bayangannya
sendiri, atau takut akan idenya sendiri, sehingga menekan dan menguasai ego.
b.
Rasa takut irasional atau fobia. Rasa takut ini
mudah menular sehingga kadang-kadang tanpa alasan dan hanya karena pandangan
saja, yang kemudia dilanjutkan dengan khayalan yang kuat dan dapat menimbulkan
rasa takut.
c.
Seseorang yang tidak bisa menyanyi atau bicara
di depan umum, sekonyong-konyong diminta untuk menyanyi atau berpidato, ia akan
gelisah, gemetar, dan hilang keseimbangan, sehingga sulit berbicara atau
bernyanyi.
d.
bila seorang sepasang pria dan wanita, dan pria
tersebut mengutarakan isi prasaannya kepada wanita, dan menunggu jawaban dari
si wanita tersebut.
e.
bila seseorang terserang penyakit yang parah,
dan dia memikirkan bagaimana nasib dirinya untuk bertahan hidup melawan
penyakitnya itu.
9. Apa sebab manusia mempunyai harapan ?
Menurut
kodaratnya, manusia adalah makhluk sosial. Manusia tidak luput dari
pergaulan hidup. Dua hal yang mendorong manusia bergaul
dengan manusia lain yaitu dorongan
kodrat dan dorongan kebutuhan
hidup.
10.
Adakah hubungannya antara kebutuhan hidup dan
harapan ?
Ada, untuk melangsungkan hidupnya,
manusia membutuhkan sandang, pangan, dan papan. Untuk
memenuhi kebutuhan tersebut, manusia sejak kecil telah mulai belajar.
Dengan pengetahuan yang tinggi, harapan memperoleh sandang, pangan, dan
papan yang layak akan terpenuhi.
11.
Apa yang
anda harapkan ? bagaimana cara anda untuk mewujudkan harapan itu ?
Yang menjadi harapan hidup setiap orang pada umumnya adalah menjadi
bahagia. Untuk mencapai itu semua, manusia harus mensyukuri apa yang telah
dimiliki dan yang telah dianugrahkan oleh Tuhan YME, serta manusia harus
menyadari bahwa kita adalah makhluk tuhan yang tidak akan pernah bisa sempurna.
Manusia memiliki keterbatasan dan kekurangan yang sangat banyak. Namun
disamping itu, kita juga memiliki kelebihan yang berbeda-beda setiap orangnya.
Untuk itu, selain mensyukuri yang telah ada, manusia senantiasa berdoa dan
berusaha untuk mendapatkan hal-hal yang kita inginkan, karena sesuatu yang kita
inginkan tidak dapat kita peroleh begitu saja, harus dengan kesungguhan dan
berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkannya, tetapi lakukanlah dengan
cara-cara yang positif dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.
DAFTAR PUSTAKA
Azra, Azumardi. Tt. Demokrasi Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani.
Jakarta: Team ICCE UIN
Al-Qur’an Dan Terjemah. 2008. DEPAG RI
Team Educatif HTS. 2008. Modul Kewarganegaraan. Surakarta: CV.
Hayati Tumbuh Subur.
Raymond
Aron. 2009. Kebebasan Dan Martabat Manusia. Bandung : Yayasan Cibor Ind
http://abdulghanni.blogspot.com/2011/05/bab-viii-manusia-dan-kegelisahan.html
http://yahyaandri.blogspot.com/2011/05/manusia-dan-kegelisahan.html
http://abra139210.wordpress.com/2011/05/18/manusia-dan-kegelisahan/ http://id.wikipedia.org/wiki/Ketidakpastian
http://shasha-inhere.blogspot.com/2012/05/manusia-dan-harapan.html